Berita Palembang

Bayar Retribusi Setiap Hari, Pedagang Pasar 10 Ulu Keluhkan Sampah Dibiarkan Menumpuk & Belatungan

Pedagang di Pasar 10 Ulu kembali mengeluhkan masalah sampah yang menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap

Bayar Retribusi Setiap Hari, Pedagang Pasar 10 Ulu Keluhkan Sampah Dibiarkan Menumpuk & Belatungan
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Tumpukan sampah di Pasar 10 Ulu Palembang dibersihkan lantaran sudah mengeluarkan banyak Belatung. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pedagang di Pasar 10 Ulu kembali mengeluhkan masalah sampah yang menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap sehingga menganggu penciuman.

Bahkan tumpukan sampah ini sudah mengeluarkan belatung lantaran sudah lama tak diangkut, sehingga pembeli pun enggan untuk belanja.

Para pedagang mengaku setiap sudah mengeluarkan uang Rp 2 ribu sebagai retribusi kebersihan dan sampah ini. 

SKO SONS Sumsel Rajai Andalas Cup Usai Bekuk Sumut dan Siap Hadapi Singapura Cup

Media Israel Sebut Mohamed Salah Ancam Tinggalkan Liverpool Jika Rekrut Dabour

Merasa Seleksi Tidak Transparan, Calon anggota Komisioner KPU Lapor ke Polda

Rahmat, seorang pedagang di Pasar 10 Ulu Palembang menuturkan, bahwa ia bersama warga di sekitaran pasar tersebut sempat kewalahan lantaran setiap hari menghirup udara yang tidak segar dan ditakutkan akan menimbulkan penyakit.

"Setiap hari kami bayar Rp 2 ribu untuk retribusi sampah. Namun hingga 10 hari terakhir ini sampah-sampah yang sudah mengeluarkan belatung ini tak kunjung diangkut," ungkapnya dijumpai Sripoku.com, Rabu.

Layanan SIM Tutup 28 Desember 2018, Buka Kembali Tanggal Ini

Siswa SMP di Palembang Antusias Mendaftar di Sekolah Cambridge, Gunakan Waktu Libur Kumpul Berkas

Galang Dana Untuk Korban Tsunami, Wartawan di Lubuklinggau Berhasil Kumpulkan Rp6.171.000

Tidak cepat tanggapnya petugas untuk mengangkut sampah ini, berdampak pada putaran perekonomian warga sekitar khususnya pedagang di Pasar 10 Ulu Palembang, lantaran sepi pembeli.

Mendapatd informasi banyaknya tumpukan sampah ini membuat Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda didampingi dinas terkait langsung turun kelapangan guna membersihkan sampah menumpuk di wilayah Kelurahan 7 Ulu dan 10 Ulu Palembang.

"Kami siap dikoreksi, berdasarkan informasi bahwa beberapa hari ini sampah di Pasar 10 Ulu belum diangkut, ini membuat kita kecewa tapi Alhamdulillah semua sudah bisa diatasi," ungkap Finda disela tinjauannya ke lokasi, Rabu.

Fakultas Syariah UIN Raden Fatah Palembang Bekali Mahasiswa Dengan Ilmu Enterpreneur

Lihat Sampah Menggunung di Bawah Ampera Fitri Berang, Turun Tangan Bereskan Sampah

Pertambahan Penduduk di Pagaralam Tinggi, Pemkot Pagaralam Canangkan Kampung KB

Menurut dia, menumpuknya sampah tersebut disebabkan adanya armada yang rusak dan info kerusakan armada pembersih sampah tidak sampai kepada dirinya.

"Memang armada ada yang rusak dan info tersebut tidak sampai ke kita, kedepan tidak boleh terjadi lagi dan saya tidak mau melihat penumpukkan lagi, karena sampah seharusnya diangkut setiap hari," ujarnya.

Ia menyampaikan, untuk sampah nantinya akan dipilah-pilah yang mana sampah untuk di alokasikan ke TPA dan mana yang bisa di daur ulang atau dimanfaatkan agar bisa bernilai ekonomi.

"Setiap sampah bernilai ekonomis, contohnya sampah non organik bisa dibuat menjadi biji plastik untuk pembuatan kursi plastik, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk," ujarnya

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved