Terkatung-katung di Tengah Laut Selama 2 Jam Lebih, Ifan Seventeen seperti Marasakan Sakaratul Maut

Terkatung-katung di Tengah Laut Selama 2 Jam Lebih, Ifan Seventeen seperti Marasakan Sakaratul Maut

KOMPAS.com/DEAN PAHREVI. INSTAGRAM
Sejumlah warung dan rumah di pinggir pantai, Jalan Raya Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten rusak pasca diterjang tsunami, Minggu (23/12/2018). Ifan Seventeen (kanan) 

SRIPOKU.COM, PONOROGO - Vokalis band Seventeen, Ifan, mengungkapkan seperti merasakan sakaratul maut saat terkatung-katung di tengah laut setelah tersapu tsunami di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (22/12/2018) malam.

Namun pentolan Grup Band Seventeen itu selamat dari amukan tsunami yang menewaskan ratusan orang di Selat Sunda.

Ifan mengungkapkan hal itu kepada wartawan setelah mengikuti prosesi pemakaman istrinya, Dylan Sahara, yang menjadi korban meninggal bencana tsunami Selat Sunda, Selasa (25/12/2018) siang.

Liriknya Disebut Seolah Jadi Kenyataan, 2 Musikus Ini Akui Kekuatan Magis Lagu Seventeen Kemarin

Kerabat Ifan Seventeen Gelar Tahlilan di Pontianak, Ifan Minta Doa untuk Isteri dan Teman-temannya

Peringatan BMKG: Cuaca Gelombang Tinggi 25-31 Desember 2018 Seluruh Indonesia, Hindari Pantai!

"Saya sempat kerkatung-katung di tengah laut selama lebih dari dua jam. Bahkan saya sempat merasakan sakaratul maut," ujar Ifan.

Dia bercerita, merasa mendapatkan mukjizat dari Tuhan lantaran selamat dari amukan bencana tsunami tersebut.

Padahal saat itu posisi Ifan satu panggung dengan tiga personil band lainnya yang mengisi acara gathering perusahaan PLN di Tanjung Lesung, Banten.

"Dan mukjizat dari Allah saya masih di sini," kata Ifan.

Ia memperkirakan ketinggian air mencapai lima meter saat tsunami menerjang Tanjung Lesung.

Dari Langit Hingga Dalam Tanah, Ini 4 Fenomena Suara Misterius yang Pernah Terjadi di Tahun 2018

Dihantam Tsunami Lampung Ibu dan Bayi Usia 1 Bulan Selamat Setelah 11 Jam Tertimpa Puing-puing Rumah

Dituding Tak Berempati atas Duka Ifan Seventeen, Ariel Noah Akhirnya Beri Pengakuan Ini, Ternyata!

Bahkan kekuatan tsunami itu menjebol tembok setebal setengah meter.

Dengan demikian, tubuh manusia yang tersapu tsunami akan terpontang-panting.

"Ketinggian air lima meter. Saya tidak bisa menggambarkan. Tetapi yang pasti di lapangan, konblok di lapangan itu terkelupas. Tembok tebal setengah meter itu jebol. Jadi cukup membuat tubuh manusia terpontang-panting," kata Ifan.

Meski bencana tsunami sudah berlalu, Ifan meminta semua pihak mendoakan seluruh korban yang meninggal dunia agar husnul khotimah dan diterima di sisi-Nya.

"Saya juga mohon maaf bila istri saya ada kesalahan perbuatan dan tutur kata yang berkurang mohon berkenan dibukakan pintu maaf yang selebarnya-selebarnya," demikian Ifan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ifan Seventeen Mengaku Rasakan Sakaratul Maut saat Terkatung-katung di Laut". Penulis : Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved