Berita Lahat

Kisah KBO Satlantas Polres Lahat, Octalya Harus Memilih Sebelum Jadi Polwan

Namun, bekal didikan orang tua, membuat perempuan berparas cantik yang kini menjabat KBO Satlantas Polres Lahat, mantap memilih Polwan.

Kisah KBO Satlantas Polres Lahat, Octalya Harus Memilih Sebelum Jadi Polwan
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Ipda Octalya Saka 

Laporan wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin

SRIPOKU. COM, LAHAT -- Dihadapkan pada dua pilihan awalnya membuat, Ipda Octalya Saka, bingung.

Namun, bekal didikan orang tua, membuat perempuan berparas cantik yang kini menjabat KBO Satlantas Polres Lahat, mantap memilih Polwan.

Baginya, jadi seorang Polwan tidak saja asyik, namun dapat memberikan pengabdian kepada bangsa dan menjadi pengayom bagi masyarakat.

"Ya sebelum ikut tes Akpol sempat orang tua memberikan pilihan. Mau ambil kedokteran atau masuk Polwan. Akhirnya meneguhkan hati ikut tes Polwan dan alhamdulillah bisa lulus, "tutur wanita Kelahiran Lampung, berdarah Tanjung Sakti, Lahat, buah pasangan, H Singa Ersa Awangga dan Hj Sugiarti, ketika dibincangi, Kamis (20/12).

Manajemen Sriwijaya FC Masih Negosiasi Besaran Kontrak Esteban Vizcarra

BKPRMI Sembawa Protes Ketua Terpilih di Berhentikan Sepihak

Sudah Tak Sanggup Urusi Sriwijaya FC, Dirut PT SOM Berharap Diakusisi BUMD Sumsel

Diceritakan Octalya, sempat ada dipikiran tidak mudah menjadi seorang anggota Polwan apalagi tugas sebagai anggota polisi berat.

Di sisi lain, sebagai seorang perempuan kelak, jika sudah bersuami harus urus rumah tangga. Namun, ditegaskan Octalya yang sebelumnya bertugas di Polda Sumsel dan Polres Oku Selatan ini, didikan orang tua yang memintanya menjadi wanita mandiri, tangguh dan peduli, membuat ia yakin mampu melewati dan menjalani tugas sebagai Polwan.

"Sangat menikmati dan bangga bisa mengayomi masyarakat. Tugas di Satlantas tentu kita selalu memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat bagaimana cara berkendara yang baik termasuk kelengkapan berkendara,"tutur, perempuan kelahiran Pringsewu, 4 Oktober 1994 ini.

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, TP PKK Sumsel Gelar Lomba Qasidah

Persib Bandung Tunggu Pemain Incaran Miljan Radovic Arungi Musim 2019

Persib Bandung Tunggu Pemain Incaran Miljan Radovic Arungi Musim 2019

Adakalah, dikatakan mantan anggota Paskibraka di Provinsi Lampung ini, dibutuhkan kesabaran terutama saat menghadapi pengendara yang tidak tertib dalam berlalu lintas.

Belum lagi, saat dikasih peringatan bukanya patuh tapi membangkang. Meski demikian, ia selalu berusaha profesioanal.

"Pendekatakan persuasif sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melanggar hukum, "terangnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved