SFC Update

Muddai Madang Siap Lepas Seluruh Saham PT SOM Selaku Pengelola Klub Sriwijaya FC

Muddai Madang mengatakan siap melepas seluruh saham di perusahaannya jika ada pihak yang berminat.

Muddai Madang Siap Lepas Seluruh Saham PT SOM Selaku Pengelola Klub Sriwijaya FC
SRIPOKU.COM/RESHA
Plt Direktur Utama PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC Muddai Madang saat diwawancarai awak media. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC Muddai Madang mengatakan, ia siap melepas seluruh saham di perusahaannya jika ada pihak yang berminat.

Muddai mengatakan, dirinya sangat senang jika ada pihak yang benar-benar ingin mengurus Sriwijaya FC meskipun harus melepas saham mayoritas yang dimiliki.

"Tidak masalah. Saya bersedia melepas semuanya jika ada yang berminat."

"Bagi yang berminat silakan berkomunikasi langsung dengan saya," ujar Muddai dalam rilis yang diterima oleh Sripoku.com, Senin (17/12/2018).

Seperti diketahui, sebelumnya Wakil Ketua Tim SAR Penyelamat Sriwijaya FC yang dibentuk Gubernur Sumsel Herman Deru, Hendri Zainuddin, meminta Muddai Madang untuk menyerahkan pengelolaan PT SOM ke Gubernur Herman Deru untuk ditunjuk pengelola yang baru.

Ditarget oleh Klub Lain untuk Musim Depan, Ini Jawaban Tegas Gelandang Sriwijaya FC Esteban Vizcarra

Gubernur Sumsel H Herman Deru (ketiga dari kanan) menggelar konferensi pers terkait upaya penyelamatan Sriwijaya FC dengan membentuk Tim SAR SFC di Cafe Demang 8 Palembang, Minggu (21/10/2018).
Gubernur Sumsel H Herman Deru (ketiga dari kanan) menggelar konferensi pers terkait upaya penyelamatan Sriwijaya FC dengan membentuk Tim SAR SFC di Cafe Demang 8 Palembang, Minggu (21/10/2018). (Dok. Humas Pemprov Sumsel)

Muddai sebelumnya hanya berada dibalik layar pengelolaan Sriwijaya FC karena posisinya sebagai komisaris sejak mulai mendirikan perusahaan ini di tahun 2008.

Pengelolaan SFC sepenuhnya menjadi wewenang Presiden Klub Dodi Reza Alex dan jajaran direktur.

Namun, lantaran terjadi persoalan finansial yang cukup pelik di pertengahan tahun 2018, tepatnya di bulan Juni membuat Muddai terpaksa turun tangan.

Apalagi di kemudian hari Dodi Reza menyatakan dirinya sebenarnya sudah lama melepaskan jabatan sebagai presiden klub saat sudah bertugas sebagai Bupati Musi Banyuasin.

Saat turun langsung mengurus SFC, Muddai hanya ingin menjaga eksistensi Sriwijaya FC berkompetisi di Liga 1, dengan menanggulangi persoalan keterlambatan pembayaran gaji hingga memastikan adanya dana untuk keberangkatan tim melakoni laga away.

Final Rapat Evaluasi, Tim SAR Sriwijaya FC Ajukan Opsi Pendirian PT Baru Untuk Mengelola Klub

Wakil Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) yang juga Komisaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku operator klub Sriwijaya FC, Muddai Madang.
Wakil Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) yang juga Komisaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku operator klub Sriwijaya FC, Muddai Madang. (SRIPOKU.COM/RM Resha)

Walau sudah berupaya maksimal mengorbankan dana, pikiran dan tenaga, Muddai mengaku dirinya sangat terpukul karena tim ini tidak terhindar dari degradasi hingga harus turun ke Liga 2 pada musim mendatang.

Oleh karena itu, Muddai yang juga Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia dan pernah menjabat sebagai Ketua KONI Sumsel ini sangat merespon positif keinginan dari Tim SAR Penyelamat Sriwijaya FC bentukan Gubernur Herman Deru yang ingin mengelola SFC.

"Silakan, tidak ada masalah. Asal bicara dan bertemu langsung, jangan ngomongnya di media saja," jelasnya.

Hadapi Liga 2 2019, Manajemen Sriwijaya FC Beri Isyarat Pertahankan Pemain Lokal Berprestasi

===

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved