DKP Jadi Wadah Seni Budaya dan Sejarah Palembang

Dewan Kesenian Palembang (DKP) dalam menunjukan berbagai pertunjukan seni, diskusi, dan kajian ilmiah demi menjaga eksistensi kesenian yang ada.

DKP Jadi Wadah Seni Budaya dan Sejarah Palembang
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Para pemain Dul Muluk Dewan kesenian Palembang yang tampil menghibur 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Efrizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pergelaran acara kesenian setiap tahunnya selalu menjadi daya tarik wisata di Kota Palembang.

Berbagai agenda kesenian setiap tahunnya selalu menjadi fokus Dewan Kesenian Palembang (DKP) dalam menunjukan berbagai pertunjukan seni, diskusi, dan kajian ilmiah demi menjaga eksistensi kesenian yang ada.

DKP hingga kini menjadi wadah bagi insan seni, di Kota Palembang.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Vebri Al Lintani yang merupakan Seniman sekaligus budayawan Palembang.

Kegiatan seni setiap tahunnya diinisiasi oleh DKP untuk perkembangan kesenian khususnya kesenian Palembang.

"Dewan Kesenian Palembang menanungi seluruh cabang seni yang ada mulai dari, Seni lukis, tari, drama, suara, dan lain-lain," ujar Vebri.

Bahkan dalam waktu dekat DKP akan mengadakan seminar dalam upaya mengangkat kembali identitas budaya Palembang Darussalam.

"Pertama, dalam waktu dekat ini tanggal 16 kami akan mengadakan seminar tentang Budaya Palembang Darussallam yang diadakan di hotel Azza. Saya akan menjadi pembicara, bersama Mustafa Kamal (anggota DPR RI) dan Kemas Ari Panji (Sejarawan Kota Palembang)," jelasnya Kepada Sripoku.com, Sabtu (15/12).

Lanjutnya, DKP sebagai wadah kesenian di Palembang juga fokus kepada penggalian seni, budaya, sejarah khas Nusantara khususnya Palembang. Hal itu dilakukan untuk menggali cita rasa budaya lokal.

"Sebagai satu negeri yang telah berjaya hampir 3 abad atau sekitar 295 tahun (jika dihitung
dari masa Ki Gede Ing Suro (1528-1823) atau sekitar 157 tahun (jika dihitung sejak Ki Mas
Hindi atau Sultan Abdurakhman Khalifatul Mukminin Syaidul Imam 1666-1823), Kesultanan
Palembang Darussalam tentu banyak meninggalkan warisan budaya, baik yang berupa
benda maupun tak benda."

DKP Kecewa FLS2N Ditiadakan

Gubernur Sumsel Lantik Pengurus Dewan Kesenian Sumsel Periode 2018 - 2023

Gedung Dewan Kesenian Tidak Terawat

"Warisan budaya tersebut, bukan sekadar benda atau nilai yang baik
dan indah dikenang namun lebih dari itu merupakan bukti keberadaan yang menunjukkan
tingginya peradaban masa lalu Palembang Darussalam dan bahkan melekat dalam kehidupan
sehari-hari bagi masyarakat Palembang," jelasnya.

Selain itu, agenda setiap tahunnya DKP selalu menampilkan berbagai pertunjukan mengenai berbagai ragam kesenian. Hal itu menjadi agenda rutin yang dilakukan, sebagai bentuk tanggung jawab organisasi kesenian.

"Mungkin di akhir tahun kami akan adakan evaluasi sebagai cara merefleksikan apa yang sudah dilakukan selama setahun. Namun,untuk tanggal memang belum ditentukan," jelasnya.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved