Berita Palembang

Minta Waspadai Produk Kosmetik Endorse, BPOM Segera Musnahkan 17 Ribu Produk Kosmetik Tak Laik Edar

dalam kasus seperti itu pihaknya melakukan pengawasan atas produk kosmetik yang di endorse oleh si artis.

Minta Waspadai Produk Kosmetik Endorse, BPOM Segera Musnahkan 17 Ribu Produk Kosmetik Tak Laik Edar
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Istri Gubernur Sumsel, Febrita Lustia saat bersama jajaran BPOM melakukan pengecekan produk kosmetik ilegal dan tidak memenuhi syarat 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) tak henti-henti menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap pemakaian kosmetik, meskipun produk tersebut menggunakan seorang artis ternama dalam memasarkan (endorsement) produknya.

Karena sudah sering ditemukan kosmetika ilegal dan tidak memenuhi syarat, seperti yang baru-baru ini terungkap.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, RR Maya Gustina Andarini mengungkapkan, dalam kasus seperti itu pihaknya melakukan pengawasan atas produk kosmetik yang di endorse oleh si artis.

Sosok Bupati Lahat Periode 2018-2023, Cik Ujang di Mata sang Istri

Bawa Kabur 114,14 Gram Emas, Pemilik Toko Emas di Palembang Ini Laporkan Karyawannya Sendiri

Penalti Makan Konate di Babak Kedua Bawa Arema FC Imbangi Sriwijaya FC 1-1

"Jadi, masyarakat di era saat ini jangan mudah tergiur dengan sebuah produk kecantikan, mesti jeli dan cek apakah benar produk tersebut terdaftar di BPOM. Begitupun untuk artis, vloger ataupun lainnya yang sering menerima endorse sebaiknya mengecek dulu, kita sama-sama ingin melindungi masyarakat dari penggunaan kosmetik berbahaya," jelasnya, Minggu (9/12/2018) usai kegiatan Kampanye Cerdas Produk Kosmetik Aman.

Maya menambahkan, seiring majunya cara pemasaran produk, BPOM melakukan public warning dan post market control guna mengintensifkan penertiban produk kosmetika ilega dan tidak memwnuhi syarat. Bahkan, sepanjang tahun 2018 ini pihaknya, sudah melakukan operasi dan mendapati ribuan produk kosmetik ilegal yang berasal dari dalam dan luar negeri, dengan nilai ekonominya secara nasional hampir Rp 200 miliar.

Hasil Pertandingan Sementara Babak Pertama Persipura Jayapura vs Perseru Serui, Tim Tamu Unggul

Hasil Pertandingan Babak Pertama Persija Jakarta vs Mitra Kukar, Tuan Rumah Berada di Ambang Juara

Hasil Pertandingan Babak Pertama PSM Makassar vs PSMS Medan, Tuan Rumah Cetak 4 Gol !

"Artinya disini ada demand. Jika dari ciri fisik mungkin cukup susah dibedakan, tapi konsumen bisa melakukan pengecekan produk tersebut lewat aplikasi Cek BPOM, tinggal masukan saja nomor registrasinya kalau memang itu terdaftar pasti akan muncul sesuai dengan jenis produknya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Palembang, Hardaningsih mengungkapkan, khusus untuk di wilayahnya aksi penertiban sudah dilaksanakan dua kali di 2018, yakni Juli dan yang terbaru di Desember. Dimana untuk lokasi penertiban dilakukan di Pasar 16 Ilir, Lapak Kosmetik di beberapa mall di Palembang, Ogan Ilir, OKU Timur, OKI, OKU, dan Banyuasin.

Begini Cara Kejaksaan Negeri OKU Timur Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia

Klapie Ikan Karya TP PKK OKU Antarkan Sumsel Jadi Juara 3 Nasional Lomba Masakan Serba Ikan

Gol Esteban Berhasil Bawa Sriwijaya FC Unggul Sementara 1-0 Dari Arema FC di Babak Pertama

"Ada juga yang dijual secara online yang kita temukan, secara total sarana yang diperiksa ada 68, di 54 sarana ditemukan produk tidak memenuhi syarat. Jenis temuannya ada kosmetik tanpa izin edar dan kosmetik kadarluwarsa total 17.867 Pcs dengan nilai ekonomi mencapai Rp 285 juta lebih. Dan akhir Desember ini akan segera kita musnahkan,"ujarnya

Terkait masih adanya peredaran kosmetik ilegal dan tidak memenuhi syarat, BBPOM Palembang kembali meminta seluruh pelaku usaha untuk memaruhi segala aturan UU. Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati dalam memilih kosmetik yang tidak punya izin edar atau nomor notifikasi.

"Dan sebagai langkah pencegahan dari kami, BPOM melakukan sosialisasi ke generasi millenial yang terutama menjadi pasar produk kosmetik yang cukup besar. Kami ajak mereka untuk kenal produk kosmetik yang aman dan menjadi konsumen yang cerdas. Mereka bisa cek lewat aplikasi BPOM," tutupnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved