Zumi Zola Divonis 6 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Dicabut Hak Politiknya Selama 5 Tahun

Zumi Zola Divonis 6 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Dicabut Hak Politiknya Selama 5 Tahun

Zumi Zola Divonis 6 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Dicabut Hak Politiknya Selama 5 Tahun
IST
Zumi Zola 

Menurut hakim, Zumi terbukti menerima gratifikasi sebesar lebih dari Rp 40 miliar.

Zumi juga menerima 177.000 dollar Amerika Serikat dan 100.000 dollar Singapura.

Selain itu, Zumi menerima 1 unit Toyota Alphard dari kontraktor.

Gubernur Jambi Zumi Zola.
Gubernur Jambi Zumi Zola. (KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA)

Pertama, Zumi menerima uang melalui orang dekatnya, Apif Firmansyah sebesar Rp 34,6 miliar.

Kemudian, melalui Asrul Pandapotan Sihotang yang merupakan orang kepercayaan Zumi sebesar Rp 2,7 miliar, uang 147.300 dollar AS dan 1 unit Toyota Alphard.

Selain itu, Zumi menerima uang dari Arfan selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemprov Jambi sebesar Rp 3 miliar dan 30.000 dollar AS serta 100.000 dollar Singapura.

Zumi juga terbukti menyuap 53 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jamb, serta menyuap para anggota Dewan senilai total Rp 16,34 miliar.

Suap tersebut diberikan agar pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jambi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 (RAPERDA APBD TA 2017) menjadi Peraturan Daerah APBD TA 2017.

Kemudian, agar menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 (RAPERDA APBD TA 2018) menjadi Peraturan Daerah APBD TA 2018.

Zumi divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Hakim juga mencabut hak politik Zumi selama 5 tahun setelah selesai menjalani pidana pokok.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan Kompas.com dengan judul Zumi Zola Sibuk Membuat Catatan di Buku Kecil saat Sidang Putusan Zumi Zola Divonis 6 tahun Penjara, Denda Rp ‎500 Juta dan "Zumi Zola Terima Divonis 6 Tahun Penjara".

Editor: Sudarwan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved