Sembuh dari Kanker, Bocah ini Dipaksa Duduk Dibelakang Kelas Karena Dianggap Menularkan Kanker

Non-Hodgkin's lymphoma adalah sejenis kanker yang muncul di sistem limfatik yang merupkan jaringan di dalam tubuh yang bertugas melawan penyakit.

Sembuh dari Kanker, Bocah ini Dipaksa Duduk Dibelakang Kelas Karena Dianggap Menularkan Kanker
Shanghaiist/Nextshark
Survivor cancer muda ini menerima perlakuan tidak menyenangkan dari seorang oknum guru di kelasnya. 

SRIPOKU.COM, CHINA -- Ketika seorang survivor cancer atau mereka yang berhasil sembuh dari kanker sering mendapatkan suntikan semangat dan bantuan, bocah ini justru mengalami hal sebaliknya.

Bukannya membantu sang murid untuk semakin rajin belajar, seorang oknum guru asal China justru memutuskan untuk melakukan tindak tak terpuji.

Oknum guru ini memutuskan untuk mengisolasi atau menjauhkan salah satu muridnya yang sudah sembuh dari kanker, agar tak dekat dengan teman-temannya.

Parahnya, sang oknum guru mengklaim melakukan hal ini karena menganggap bocah malang tersebut akan menularkan penyakit dengan teman-temannya yang lain.

Menurut laporan Nextshark yang dilansir dari World of Buzz, bocah 11 tahun asal Huai'an, China ini dipaksa untuk duduk di belakang kelas oleh oknum guru tersebut karena dianggap berbahaya dan bisa menularkan penyakitnya.

Bocah malang ini awalnya diketahuimengidap Non-Hodgkin's lymphoma sebelum akhirnya dinyatakan bebas kanser usai menjalani banyak sesi kemoterapi.

Kunjungi Anak Kebutuhan Khusus yang Tinggal di Rumah Hampir Roboh, Febrita Bantu Ayu Lebih Mandiri

Tundukkan Tuan Rumah, Lionel Messi Jadi Pemain Yang Paling Banyak Ceploskan Gol

Bocah malang ini dipaksa untuk duduk dibelakang kelas karena dianggap akan menularkan kanker dengan teman-temannya yang lain.
Bocah malang ini dipaksa untuk duduk dibelakang kelas karena dianggap akan menularkan kanker dengan teman-temannya yang lain. (Nextshark)

Sebagai informasi, Non-Hodgkin's lymphoma adalah sejenis kanker yang muncul di sistem limfatik yang merupkan jaringan di dalam tubuh yang bertugas melawan penyakit.

Untuk penyakit ini, tumor akan muncul dari lymphocytes, salah satu jenis sel darah putih.

Bocah ini sendiri diketahui merupakan siswa baru di sekolah tersebut yang berlokasi di Quanzhou, Provinsi Fujian.

Ia masuk ke sekolah tersebut usai dinyatakan sembuh dari kankernya.

Awalnya semua berjalan lancar sampai akhirnya sang ayah tahu kalau anaknya dikucilkan dan direndahkan di sekolah tersebut.

Jemput Bola, Disdukcapil Empatlawang Lakukan Perekaman e-KTP Warga Binaan

Pengaturan Skor Sepak Bola Indonesia, Via Vallen Tulis Kalimat Ini Nonton Mata Najwa

Selain mendapat diskriminasi, sang oknum guru bahkan melarang survivor cancer muda ini untuk ikut ujian.
Selain mendapat diskriminasi, sang oknum guru bahkan melarang survivor cancer muda ini untuk ikut ujian. (Nextshark)

Sang ayah yang bernama Zhou mengetahui hal tersebut saat sang anak pulang dari sekolah tanpa membawa hasil ujiannya.

Kepada sang ayah, bocah malang ini mengatakan kalau ia dilarang sang oknum guru untuk ikut ujian karena dianggap akan menularkan penyakit kepada murid yang lain.

Ia kemudian dipaksa sang guru untuk duduk di belakang kelas danadijauhkan dari teman-temannya.

Meski begitu, laporan terakhir menyebutkan jika kepala sekolah bocah ini sudah melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus diskriminasi ini.

Akui Sudah Pisah Rumah, Begini Cara Gading Marten dan Gisella Anastasia Atur Waktu Untuk Gempita

Lulusan SMK Wajib Kantongi Sertifikat LSP, Baru Ada 11 SMK di Sumsel Pegang Lisensi LKS-P1

Bak Langit dan Bumi, Terungkap Ternyata Begini Perbedaan Rumah Sule dan Lina Setelah Bercerai?

Penulis: Ahmad Sadam Husen
Editor: Ahmad Sadam Husen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved