SFC Update

Beredar Kabar Gaji Pemain Sriwijaya FC U-19 Belum Dibayar 4 Bulan. Begini Reaksi Subangkit

Pelatih Sriwijaya FC U-19 Subangkit enggan mengomentari kabar terkait anak asuhnya yang belum menerima gaji hingga 4 bulan

Dok. SRIPOKU.COM/RESHA
Pemain Sriwijaya FC U-19 Taufik Hidayat saat mencoba mendribble bola di laga kontra PSIS Semarang U-19 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Selasa (30/10/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pelatih Sriwijaya FC U-19 Subangkit enggan mengomentari kabar terkait anak asuhnya yang belum menerima gaji hingga 4 bulan berturut-turut.

Sebab ia mengaku, saat ini belum mendapat kabar pasti terkait kabar tersebut.

“Saya no comment masalah itu,” ujarnya saat dikonfirmasi Sripo Kamis (29/11/2018).

Kabar tersebut beredar dari media sosial Instagram, dengan akun @kabartimnas.id . Dalam statusnya, nampak foto 4 pemain Sriwijaya FC U-19 ditambahkan teks di tengah fotonya.

Macet Setiap Hari di Ogan Ilir, Dishub Ogan Ilir Sebut Jalan Berlubang Sebagai Penyebab Kemacetan

“Punya hobi dan cita-cita itu sangat senang, sangat bangga kalo kita di bayar dengan hasil dari kita sendiri. Yahhhh…….tapi kalau ga di bayar 4 bulan piyeee ikiiiii lurr (emoticon sedih) @bakatbolaindo @netizenbola.id @netizen.bola.” tulis orang tersebut di teks.

Kuat dugaan, jika foto tersebut merupakan hasil terbitan ulang dari pemain Sriwijaya FC U-19 yang saat ini belum diketahui siapa. Subangkit mengatakan, saat ini para anak asuhnya juga sudah dipulangkan ke rumah masing-masing usai melakoni Liga 1 U-19 2018 itu.

Gelandang Serang Sriwijaya FC, Hambali Thalib, Ungkap Kepemimpinan Angel Alfredo Vera

“Mereka sudah balik ke Palembang semua, sejak kita selesai lawan Borneo FC,” jelasnya.

Sriwijaya FC U-19 gagal menembus babak semifinal, setelah tumbang di babak perempat final kompetisi Liga 1 U-19 2018.

Awalnya, tim besutan Subangkit ini berhasil tampil impresif di babak penyisihan Grup A, meraih gelar runner-up bersama Persija Jakarta U-19 yang memuncaki klasemen grup saat itu.

Tingkatkan Pengawasan Dana Desa dan Inovasi Desa, Ini yang Dilakukan Kemendes PDTT

Sayangnya, di babak Perempat Final mereka tumbang dan berada di dasar klasemen Grup B. Mereka hanya mendulang 1 kali seri dan 2 kali kalah, serta mengantongi 1 poin saja.

Akibatnya, mereka gagal masuk ke babak semifinal dan pulang dengan tangan hampa.

====

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved