Berita Pagaralam

Diduga Disalahgunakan, BPOM Minta Apotek & Toko Obat tak Jual Obat Batuk Secara Berlebihan

Saat ini disejumlah daerah mulai banyak ditemui anak muda yang menyalagunakan Obat Batuk untuk mabuk-mabukan.

Diduga Disalahgunakan, BPOM Minta Apotek & Toko Obat tak Jual Obat Batuk Secara Berlebihan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Kepala BPOM Palembang, Dra Hardaningsi 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM-- Saat ini disejumlah daerah mulai banyak ditemui anak muda yang menyalahgunakan obat batuk untuk mabuk-mabukan. Hal ini juga diduga mulai masuk ke Kota Pagaralam.

Pasalnya beberapa waktu lalu di kawasan Alun-alun Selatan ditemukan banyaknya sachset bekas obat batuk yang berserakan.

Kondisi ini mulai membuat masyarakat Kota Pagaralam khawatir terutama para orang tua. Pasalnya dikhawatirkan anak mereka juga akan menjadi korban mabuk obat batuk tersebut. Untuk itu masyarakat Pagaralam berharap pihak terkait dapat membuat aturan atau pengawasan tentang penjualan obat batuk tersebut.

Pantauan Sripoku.com, Jumat (16/11/2018) menyebutkan, obat batuk yang mengandung Dexftomethorpan tersebut memang banyak dijual di Apotek di Pagaralam. Bahkan bukan saja Apotek obat tersebut juga dengan muda ditemui di Minimarket bahkan warung biasa. Hal inilah yang membuat masyarakat khawatir.

Taufik (41) salah satu warga Pagaralam mengatakan, pihaknya meminta dinas atau instansi terkait dapat mengawasi penjualan obat batuk yang bisa memabukan tersebut di setiap Apotek dan toko obat.

"Hal ini sangat membahayakan, pasalnya tidak ada aturan hukum yang bisa menangkap pelaku penjualan obat tersebut karena memang obat itu legal dijual sebagai obat batuk. Namun saat ini obat itu juga disalah gunakan dan bisa membuat efek mabuk," ujarnya.

Paling tidak dinas atau instansi terkait dapat memberikan pengawasan terkait penjualan obat batuk tersebut atau membuat aturan agar penjualannya tidak berlebihan dan harus sesuai kebutuhan.

Menanggapi hal itu, Kepala BPOM Palembang, Dra Hardaningsi saat dikonfirmasi Sripoku.com usai pertemuan dengan Wakil Walikota Pagaralam, Jumat (16/11/2018) menjelaskan, bahwa sebagaimana diketahui, sirup obat batuk yang beredar di pasaran merupakan obat-obatan yang terbuat dari bahan kimia.

"Memang dalam sirup obat batuk sachetan mengandung dextromethorpan yang jika dikonsumsi berlebihan akan membuat tubuh mengalami beberapa hal termasuk mabuk. Untuk itu kami BPOM sudah melakukan pengawasan ketat terhadap penjualan obat yang mengandung dextromethorpan tersebut," ujarnya.

BPOM juga akan segera mengeluarkan surat ederan kepada Apotik dan toko obat untuk tidak menjual secara berlebihan obat batuk tersebut.

"Petugas Apotek dan toko obat harus memperhatian pembelian obat batuk tersebut. Jika yang membeli masih dibawa umur pembeliannya disesuaikan saja jangan terlalu berlebihan. Hal ini diharapkan akan bisa mencegah penyalagunaan obat tersebut," katanya.

====

Baca: Sebelum 2018 Berakhir, Ini 9 Drama Korea yang Wajib Ditonton, Hilang Ingatan Hingga Operasi Plastik

Baca: Mobil Listrik V8 Vadi Buatan Itenas Bandung Diluncurkan, Dilirik TNI AL

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved