Berita Palembang

Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Palembang Jadi Politeknik Penerbangan Palembang

Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Palembang bakal ditingkatkan statusnya menjadi Politeknik Penerbangan Palembang.

Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Palembang Jadi Politeknik Penerbangan Palembang
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Drs Endang Taryono didampingi Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU), Sri Lestari Rahayu beserta Tim PPSDM Perhubungan Udara, M Andra Adityawarman Kepala BP3 (Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan) Palembang bersama Tim Evaluator Kemenristekdikti yang melakukan rapat Evaluasi lapangan usul pendirian Politeknik Penerbangan Palembang di Kampus BP3 Palembang, Jalan Adi S 

"Kita tunggu saja keputusannya siang nanti dari Pak Dirjen apakah ini kita bisa lanjut menjadi Pokiteknik. Kami berharap Insya Allah itu bisa disetujui," kata Andra.

Dalam paparannya, Andra menyebut ketiga program yang diusulkan itu meliputi D3 Manajemen Bandar Udara dengan usulan 8 dosen dan 20 siswa peserta, D3 Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan dengan usulan 8 dosen dan 20 siswa peserta, D4 Teknologi Rekayasa Bandar Udara dengan usulan 7 dosen dan 20 siswa peserta.

Baca: Padahal Pekerjaannya Berisiko Tinggi, Ternyata Segini Gaji Pramugari Per Bulan, Yakin Gak Tertarik?

Baca: Tahun Depan Bakal Gelar Lamaran, Pramugari Ini Jadi Korban Jatuhnya Lion Air JT610

Baca: Banyak Orang Ingin Jadi Pramugari, Ternyata Segini Gajinya

Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Drs Endang Taryono mengatakan untuk tingkat kelayakan sebetulnya semua yang telah dipunyai oleh Kementerian Perhubungan sudah sangat bagus.

"Cuma ada beberapa segi yang terus kita tingkatkan, kita perbaiki bersama-sama Kementerian Perhubungan sehingga nantinya Politeknik ini akan sesuai dengan kurikulum dan kaidah pembelajaran," kata Endang Taryono.

Untuk tenaga pengajar memang khusus yang di Politeknik Penerbangan Palembang diakuinya ada beberapa catatan yang memang siang ini akan diverifikasi, evaluasi dan validasi.

Beberapa catatan akan digali untuk diberikan kelengkapan yang ada.

Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Drs Endang Taryono didampingi Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU), Sri Lestari Rahayu beserta Tim PPSDM Perhubungan Udara, M Andra Adityawarman Kepala BP3 (Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan) Palembang bersama Tim Evaluator Kemenristekdikti meninjau salah satunya mockup pesawat di sela rapat Evaluasi lapangan usul pendirian Politeknik Penerbangan Palembang di Kampus BP3 Palembang, Jalan Adi Sucipto, Talangbetutu, Palembang, Jumat (16/11/2018).
Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Drs Endang Taryono didampingi Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU), Sri Lestari Rahayu beserta Tim PPSDM Perhubungan Udara, M Andra Adityawarman Kepala BP3 (Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan) Palembang bersama Tim Evaluator Kemenristekdikti meninjau salah satunya mockup pesawat di sela rapat Evaluasi lapangan usul pendirian Politeknik Penerbangan Palembang di Kampus BP3 Palembang, Jalan Adi Sucipto, Talangbetutu, Palembang, Jumat (16/11/2018). (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

"Pada dasarnya kita mempunyai proses karena pendirian yang di Kementerian Perhubungan itu kan sudah seatle ada tadinya."

Baca: Tertarik Pada Olahraga Menembak, Pramugari Cantik Lion Air JT 610 Pernah Berjanji Begini

Baca: 2 Jam Sebelum Hilang Kontak, Ini Percakapan Terakhir Pramugari Lion Air JT 610 dengan Sang Pacar

Baca: Tak Kalah Berisiko dari Pramugari, Tapi Lihat Gaji hingga Tunjangan Pilot di Indonesia, Tergiur?

"Yang dari balai dan lain sebagainya. Tinggal kita memoles. Karena mindsetnya pertama adalah pelatihan, sekarang akan meningkat ke perguruan tinggi tentunya harus ada beberapa koreksi-koreksi penyempurnaan dan segala macamnya yang nanti menjadi tipikalnya/ciri khasnya dari perguruan tinggi."

"Yang tadinya pelatihan-pelatihan sifatnya non akademik, tetapi kalau sudah menjadi politeknik tentunya harus waktunya sudah berbeda, kualifikasinya juga berbeda dan lulusannya jelas berbeda," bebernya.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU), Sri Lestari Rahayu mengatakan selama ini kesiapan dari balai yang ada di bawah Kementerian Perhubungan fasilitasnya sudah memenuhi persyaratan, dari regulasi untuk pengajaran dari kurikulum semua sudah secara nasional dan internasional.

"Jadi kita tunggu saja mudah-mudahan nanti berdasarkan hasil evaluasi dari teman-teman Kemenristekdikti ini segera bisa diputuskan akan berubah dari BP3 Palembang menjadi Politeknik Penerbangan Palembang. Insya Allah," ujarnya.

====

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved