Berita Palembang

Berita Palembang: BNNP Sumsel Gandeng Penggiat Medsos Bentengi Warganet dari Bahaya Narkoba

Kendati sudah dinyatakan darurat narkoba beberapa tahun lalu, namun fenomenanya saat ini belum ada perubahan signifikan

Berita Palembang: BNNP Sumsel Gandeng Penggiat Medsos Bentengi Warganet dari Bahaya Narkoba
SRIPOKU.COM/YULIANI
Ika Wahyu Hindaryati, S.K.M, M.Si selaku kepala bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNP Sumsel saat melakukan sosialisasi di hadapan sejumlah penggiat medsos dan media online di Garuda Mas Hotel, Rabu (7/11/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Kendati sudah dinyatakan darurat narkoba beberapa tahun lalu, namun fenomenanya saat ini belum ada perubahan signifikan bagi pengedar dan pengguna. Maka itu Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumsel merangkul penggiat media sosial (medsos) juga aktif mensosialisasikan dampak penyalahgunaan narkoba di media internet.

Ika Wahyu Hindaryati, S.K.M, M.Si selaku kepala bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNP Sumsel mengatakan, saat ini dunia sudah berubah karena IT sudah mendominasi kehidupan sehari-hari.

Maka itu penggiat media sosial juga harus gencar membantu pemerintah dalam upaya pemberantasan narkoba.

Penggiat medsos dan media online di Palembang
Penggiat medsos dan media online di Palembang (SRIPOKU.COM/YULIANI)

Baca: Anda Suka Mual dan Mabuk Perjalanan? Jangan Khawatir, Tangkal Dengan Minum Ramuan ini

Baca: Merasa Terhina hingga Honor Dibayar Murah, Ini yang Dialami Luna Maya Pasca Video dengan Ariel Viral

"Saat ini media sosial merupakan wadah berekspresi sekaligus mencari berbagai informasi bagi warganet. Maka itu teman-teman admin netizen bisa mengkemasnya secara menarik agar pesannya bisa sampai," ujarnya dalam kegiatan forum Komunikasi Berbasis Media Online bagi netizen di Hotel Garuda Mas Rabu, (7/11/2018).

Menurutnya pengguna internet merupkan mayoritas dari kelompok yang sesuai dengan pencegahan. Maka itu sangat penting melakukan kampanye hidup sehat tanpa narkoba. Atau bisa juga membentuk komunitas anti narkoba sebagai upaya membentengi diri.

"Kalau pengguna berkurang, otomatis memutus mata rantai peredaran narkoba ini. Jadi setiap posting di media online bisa menggiring opini yang positif. Selama tidak menyebar hoaks atau informasi yang keliru terkait narkoba," jelasnya.

Sementara itu, Brigjen Jhon Turman Panjaitan Kepala BNNP Sumsel menambahkan, untuk pemulihan bagi seorang pecandu sudah disediakan oleh BNN. "Apabila ada keluarga yang kecanduan narkoba silahkan bawa ke BNNP, akan kita lakukan pengobatan gratis sesuai analisa dari konsultan dan psikolog kita," ujarnya.

Jhon Turman menambahkan saat ini masyarakat sudah dikepung pengedaran narkoba, maka itu harus dibentengi agar tidak mudah dipengaruhi. "Ini bukan tugas BNN saja. Melainkan tanggung jawab kita bersama. Maka itu bagi para admin netizen yang memiliki banyak follower untuk mensosialisasikan bahaya narkoba ini," ungkapnya.

Baca: Lantik Ribuan Anggota BPD, Kholid Minta Kerja Maksimal demi Kemajuan dan Kemakmuran Masyarakat

Baca: Persib Bandung Bisa Pimpin Klasemen Dengan Bantuan Persebaya Surabaya, Ini Alasannya

Penulis: Yuliani
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved