Berita Lahat

Berita Lahat: Ratusan Sopir Batubara di Lahat Terancam Nganggur

Suka cita dilarangnya truk batubara melintas di jalan umum oleh Pemrov Sumsel dan mengharuskan melewati jalur khusus

Penulis: Ehdi Amin | Editor: pairat
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Jalan milik PT Servo yang dikelola PT Titan di Desa Tanjung Jambu, Merapi Lahat yang di wacanakan akan menjadi jalur khusus angkutan batubara. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU. COM, LAHAT-- Suka cita dilarangnya truk batubara melintas di jalan umum oleh Pemprov Sumsel dan mengharuskan melewati jalur khusus terhitung sejak  8 November 2018, tidak sama apa yang dirasakan pengusaha batubara khususnya transportir batubara di Lahat.

Pasalnya, dengan pencabutan Pergub Nomor 23 tahun 2012 tentang Tata Cara Pengangkutan Batubara di Jalanan Umum, tersebut akan berimbas pada jumlah produksi.

Imbas tersebut juga akan dirasakan pengusaha transportir yang sudah barang tentu berkurangnya jumlah angkutan sehingga akan terjadi juga pengurangan jumlah sopir angkutan batubara.

"Kita mendukung dan siap mematuhi kebijakan Pemprov Sumsel dalam hal ini Gubernur Sumsel. Namun demikian jika bicara dampak pasti ada baik itu ke pengusaha batubara maupun transportir, "ungkap Humas PT Salam Sriwijaya Sukses, Popi Sulaiman, Rabu (7/11/2018).

Dikatakan Popi, selaku perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengangkutan penutupan melewati jalur umum memaksa pihaknya menghentikan total angkutan. Pasalnya, sejauh ini jalur yang dilewati hanya jalur tersebut.

Sementara, pihaknya belum bisa memastikan jika akan menggunakan jalur khusus milik PT Servo. "Belum ada terkait rencana akan melewati jalur milik PT Servo tersebut. Ya yang pasti sejauh ini 400 sopir di bawah perusahaan kita terancam nganggur. Namun demikian, kita berharap akan ada solusinya, "katanya.

Senada, Ketua Asosiasi Angkutan Batubara Kabupaten Lahat (AABKL) Ir Hudson Arfan bahwa pihaknya mendukung program gubernur tersebut. Apalagi angkutan batubara memang harus berbenah untuk menuju jalan khusus."Karena jalan umum sifatnya sementara (dispensasi) bukan untuk selamanya," ujar Hudson.

Terkait armada AAKBL, sambungnya ada sekitar 1000 unit. Penerapan jalur khusus, lanjut dia memang sempat dimasalahkan beberapa transportir seperti biaya mahal. "Kalau hitungan mereka tidak pas. Jadi memang perlu ada pembicaraan bersama," ungkapnya.

Sementara Bupati Lahat Marwan Mansyur mengungkapkan bahwa perlu adanya pertemuan dengan transportir dan intansi terkait untuk membahas masalah tersebut.

Namun Pemda Lahat akan mendukung program yang dicanangkan gubernur tersebut. Apalagi sebelumnya Pemda Lahat telah mendorong perusahaan batubara yang ada di Lahat agar melalui jalur rel kereta api guna menghindari kemacetan.

Di lain sisi, pihak perusahaan batubara yang berada di Lahat, yang sempat dihubungi belum mau berkomentar terkait kebijakan Gubernur Sumsel tersebut. Seperti halnya, Alam Humas PT Duta Alam Sejahtera, belum berkomentar ketika ditanya kebijakan yang akan diberlakukan, kamis (8/11). "No coment dulu pak,"jawab Alam, melalui pesan singkatnya. 

Baca: BPS Lahat: Jumlah Penduduk Miskin di Lahat Tertinggi ke-2 di Sumatera Selatan

Baca: Egy Maulana Ketahuan Komentari Foto Putri Umi Pipik saat Pose Begini, Lihat Balasan Adiba Khanza

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved