Berita Palembang

Febrita Lustia Deru Buka Bimtek Pembuatan Cinderamata dari Gypsum

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru

Febrita Lustia Deru Buka Bimtek Pembuatan Cinderamata dari Gypsum
Dok. Humas Pemprov Sumsel
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, membuka secara resmi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan cinderamata 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, membuka secara resmi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan cinderamata dari bahan gypsum tahun 2018 yang digelar di Gedung Graha Songket Jalan POM IX Kampus Palembang, Kamis (01/11).

Mengawali sambutannya istri Gubernur Sumsel H Herman Deru ini memperkenalkan diri bahwa terhitung 01 Oktober 2018, dirinya tak hanya menjadi Ketua Tim Penggerak PKK tapi juga Ketua Dekranasda Sumsel.

"Banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan Ketua Dekranasda baru, diantaranya pembenahan Dekranasda Sumsel. Saya sebagai Ketua Dekranasda Sumsel bersama pengurus Dekranasda yang lain harus tahu apa-apa keunggulan yang dimiliki masing-masing Kabupaten-Kota di Sumsel ini.” Ujar Hj Febrita Deru.

Menurut ibu empat putri ini masih banyak produk-produk unggulan dari Kabupaten Kota yang belum diangkat ke tingkat provinsi, nasional, bahkan bisa ke tingkat internasional.

“Kemarin saya keliling ke empat kabupaten kota, di Kota Lubuk Linggau ada batik khas Lubuk Linggau yaitu batik bermotif durian. Kemudian di Kota Pagar Alam ada batik bermotif bunga kopi, dan juga ada teh khas Pagar Alam.” Tambah Hj Febrita.

Selain itu menurutnya masih banyak lagi makanan minuman khas kabupaten kota yang potensial untuk ditingkatkan lagi produktifitasnya, kemasannya, serta proses pembuatannya.

“Seperti saya lihat pada pameran kemarin ada perajin manisan tomat, menurut saya manisannya tomatnya potongannya terlalu lebar, kurang gurih, dan kurang kering. Ada lagi keripik dari kulit ubi kayu, kalau dari ubi kayunya sudah biasa, ini dari kulit yang berwarna putih, lapis kedua dari ubi kayu. Tapi saya lihat juga masih terlalu basah, karena banyak mengandung minyak. Seharusnya bisa dibuat seperti chiki-chiki, yang proses pengeringannya menggunakan oven.” tambahnya.

Harapan Hj Febrita, melalui bimtek ini Sumber Daya Manusia (SDM) Kerajinan dapat bersungguh-sungguh mengembangkan kompetensinya guna membekali perajin lebih profesional. Kemudian bagi perajin terus menerapkan konsep berusaha yang mengutamakan kualitas untuk menuju mutu kinerja yang lebih profesinal juga. Disamping itu juga mampu melakukan improvisasi, kreasi, dan inovasi dalam rangka perbaikan mutu kinerja usahanya ke tingkat yang lebih efisien, produktif, dan efektif.

“Seperti pelatihan bimtek pembuatan cinderamata dari bahan gypsum ini, saya harap sesudah pelatihan untuk selalu dikembangkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk pemasarannya, jadikan produk dari gypsum ini menjadi bermacam-macam souvenir, seperti membuat bentuk bakso beserta mienya, dalam satu mangkok, untuk dipajangkan di penjual bakso. Juga souvenir untuk tempat tusuk gigi, dan lain sebagainya," jelas Febrita.

Hj Febrita juga berharap agar pembuatan souvenir ini bisa untuk menghemat, dan hasilnya bermanfaat untuk orang banyak.
Kepada organisasi wanita yang lain yang berada di Sumsel, Hj Febrita juga mengharapkan dukungannya untuk kemajuan Dekranasda Sumsel.

Di akhir sambutannya, Ketua Dekranasda Sumsel ini menyinggung masalah Graha Songket yang selama jarang ada kegiatan.

“Saya akan menghidupkan kembali Graha Songket ini, kita pamerkan produk-produk unggulan dari berbagai daerah di Sumsel ini. Baik produk sandang, pangan dan produk lain. Untuk makanan, tidak hanya pempek yang memang sudah jadi kiri khas kita, namun bisa seperti lemang, lempok, dan sebagainya. Siapa saja boleh buka stan di Graha Songket ini.” pungkas Hj Febrita.

Sebelumnya Ketua Pelaksana yang juga Ketua Harian Dekranasda Hj Ernila Rizar menjelaskan bimtek pembuatan souvenir dari bahan gypsum ini diikuti 50 peserta yang merupakan para pengrajin. “Mereka berasal dari Kota Palembang, Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Sedang untuk tim pengajarnya ahli gypsum yang didatangkan dari Medan Sumatera Utara.” Ujar Hj Ernila Rizar yang juga Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel.

Waktu pelaksaan bimtek ini selama tiga hari, dimulai dari Tanggal 31 Oktober 2018 hingga Tanggal 02 November 2018. Untuk undangan yang hadir dari berbagai organisasi wanita, di antaranya Tim Penggerak PKK, BKOW, IWAPI, IIDI, dan sebagainya yang berjumlah 100 orang. Hj Ernila Rizar mengucapkan terima kasih kepada Hj Febrita Herman Deru yang telah dilantik menjadi Ketua Dekranasda Sumsel oleh Ketua Dekranas Pusat Hj Mufidah Jusuf Kalla, Tanggal 01 Oktober 2018 yang lalu. Hj Ernila berharap dibawah kepemimpinan Hj Febrita, Dekranasda Sumsel akan lebih berkembang.

Hj Ernila juga melaporkan bahwa di Sumsel ini ada lebih dari 50 ribu orang mempunyai industri kerajinan menengah dan kecil. Selama dua tahun terakhir ini telah menyelenggarakan bimtek-bimtek untuk meningkatkan kemampuan para pengrajin di Sumsel. Selain itu juga mengikuti berbagai pameran produksi baik di dalam maupun luar negeri. Dan belum lama ini juga mengikuti kegiatan membatik dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke-73 di Kodam II Sriwijaya.

Editor: Siti Olisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved