Berita Palembang

Berita Palembang: Kenangan Yuni, Peraih Emas Asian Para Games 2018 di Tempatnya Direhabilitasi

Berbekal niat dan tekad ingin membanggakan orang tua dan bangsa, prestasi Yuni pun menukik tajam hingga merambah ke Asia.

Berita Palembang: Kenangan Yuni, Peraih Emas Asian Para Games 2018 di Tempatnya Direhabilitasi
SRIPOKU.COM/RESHA
Atlet Difabel Sumsel yang berlaga di Asian Para Games 2018 Yuni (Baju merah), saat mengikuti serangkaian agenda Tali Asih dan kerjasama pembinaan antara National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel dan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Budi Perkasa Palembang, Rabu (31/10/2018) 

Laporan wartawan sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Atlet Difabel Sumsel yang berlaga di Asian Para Games 2018 Yuni, tampak termenung saat mengikuti serangkaian agenda Tali Asih dan kerjasama pembinaan antara National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel dan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Budi Perkasa Palembang, Rabu (31/10/2018).

Ditemani kursi rodanya, ia yang menyumbang 1 medali emas dan 1 perunggu untuk Indonesia di cabang olahraga (cabor) Catur tersebut tampak mencolok dengan seragam Merah-Putihnya.

Namun, ia lebih banyak diam dan seolah menerawang sekitaran gedung meski hiruk-pikuk kegiatan tersebut terus berlangsung.

Rupanya, Yuni merupakan jebolan Balai Rehabilitasi tersebut. Tempat yang sebelumnya terkenal dengan sebutan Panti Sosial Bina Dhaksa (PSDB) Bangun Perkasa itu tempat ia menghabiskan waktu selama kisaran satu tahun, mencari bakat apa yang bisa dikembangkannya yang telah divonis Polio oleh dokter tersebut.

Baca: Puluhan Ton Buah Kelapa Sawit Milik Petani Terancam Membusuk di Pohon

"Saya sekitar tahun 1999 di sini, 2000 sudah ga lagi,” ujarnya saat diwawancarai Sripo.

Saat bermukim di balai rehabilitasi khusus penyandang difabel itu, Yuni sempat menekuni kegiatan menjahit. Bahkan, kegiatannya tersebut membawanya bekerja di perusahaan konveksi di Jakarta, dari 2005 hingga 2008 silam.

“Kalau di balai ini, kita diajarkan keterampilan, seperti menjahit. Kalau pria, elektronika, mesin dan lain-lain,” tuturnya.

Saat itu, ia belum tertarik pada dunia Catur yang mengantarkannya meraih medali emas hingga sekarang. Sampai pada tahun 2012, ia mulai keranjingan bermain Catur karena diajak oleh Suaminya di Riau.

Perjalanannya di meja catur sempat menuai tantangan dan perjuangan. Berbekal niat dan tekad ingin membanggakan orang tua dan bangsa, kiprah Yuni pun menukik tajam hingga prestasinya merambah ke Asia.

Baca: Tes CPNS Pemerintah Kota Palembang Dimulai 7 November 2018

Halaman
12
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved