Berita Palembang

Berita Palembang : Pasca Angin Kencang di Jakabaring, Serang Getek Was-Was Beraktivitas

menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat terutama bagi mereka yang memiliki aktifitas di luar seperti laiknya Serang Getek.

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasca tiupan angin kencang yang disertai hujan deras melanda Kota Palembang dan sekitarnya beberapa hari terakhir, menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat terutama bagi mereka yang memiliki aktifitas di luar seperti laiknya Serang Getek. 

Meski masih harus terpaksa "Narik" agar asap dapur tetap ngepul, namun Abdullah (55), salah seorang Serang Getek yang sehari-hari berada di Kawasan 16 Ilir, ini tak bisa menampik rasa khawatir dan ketakutannya jikalau angin kencang dan hujan deras melanda saat dirinya bekerja. 

"Takut pastilah apolagi lihat video di Jakabaring kemarin angin kenceng nian, cuma nak makmano lagi keluargo nak makan sementaro penghasilan ngandalken narik getek nyeberangke penumpang," ujarnya, Selasa (29/10/2018).

Baca: Berita Palembang : Herman Deru Yakin ASPEDI Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Sumsel

Bapak tiga orang anak ini juga menuturkan, ditengah kebutuhan sehari-hari tetapi dirinya tetap berusaha memantau kondisi cuaca sebelum  mengantarkan penumpang yang menggunakan jasa geteknya. 

"keselamatan penumpang paling utama. Kalau hujan deras dan angin kencang itu kami juga harus sibuk menimba atau membuang air yang masuk ke getek," jelasnya. 

Imbas tiupan angin kencang pernah dirasakan Abdullah, dimana atap pelindung yang berbahan dasar terpal hilang karena kencangnya tiupan angin sehingga harus menganti dengan yang baru. 

"Padahal, kalau musimnya seperti ini penghasilan kami berkurang. Biasa dapat Rp 150 ribu sekarang Rp 75 ribu," ujarnya. 

Baca: Berita Palembang : Meet & Greet Pemain Film Dear Nathan Hello Salma, Ratusan Remaja Penuhi Bioskop

Sementara itu, Nandang Pangaribowo, Kepala Seksi Data Dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang menjelaskan untuk hasil pemantauan per 30 Oktober 2018 wilayah Sumatera Selatan masih berpotensi akan terjadi Hujan Lebat disertai Angin kencang dan Petir, dikarenakan masih adanya tekanan rendah di sebelah Barat pulau Sumatera dan tekanan rendah di wilayah Kalimantan yang menyebakan Belokan Angin dan Pertemuan masa Udara (Konvergensi) diatas Wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

"Sumsel sendiri sedang memasuki masa Peralihan Musim dari musim Kemarau ke Musim Hujan yang biasanya ditandai hujan lokal tiba-tiba dengan Intensitas lebat disertai angin kencang dan petir," jelasnya. 

Baca: Berita Palembang : Kepergok Warga Congkel Jendela Rumah, Sopir Angkot Ini Babak Belur Dihajar Massa

Pihaknya pun, kata Nandang, telah memberikan himbauan pada masyarakat untuk tetap waspada potensi angin kencang yang disertai hujan deras. Himbauan ini telah disampaikan melalui Web bmkg.go.id dan Android Info.bmkg serta media lainnya. 

BMKG Pusat juga telah merilis informasi terkait potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter, yang diperkirakan terjadi di Perairan Barat Enggano, Perairan Selatan Banten, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Samudera Hindia Barat Enggano - Banten, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, Perairan utara Kep.Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat.

"Tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,"tutup Nandang.

====

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved