Berita Palembang

Berita Palembang : BMKG Imbau Tetap Waspada Hujan dan Angin Kencang Selama 3 Hari Mendatang

Kondisi cuaca tersebut berubah secara signifikan diikuti hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Anak-anak dengan sigap membersihkan dahan pohon yang tumbang akibat diterpa angin kencang. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kondisi hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Palembang Sabtu kemarin disebabkan oleh perubahan kondisi iklim yang melanda wilayah Provinsi Sumatera Selatan sejak awal Oktober lalu. Kondisi tersebut merupakan siklus musiman akibat peralihan dari musim kemarau ke hujan.

Menurut Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika Kenten Palembang, Nandang saat dihubungi, Minggu, (28/10) mengatakan, Kondisi cuaca tersebut berubah secara signifikan diikuti hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini didukung Dari pantauan kondisi dinamika atmosrfer dan prakiraan Angin BMKG.

Baca: Berita Lahat : Perjuangkan Nasib Puluhan Honorer K2 Lahat Berangkat ke Istana

"Untuk wilayah Indonesia saat ini terjadi tekanan rendah udara di wilayah sebelah Barat Sumatera dan tekanan rendah di sebelah Barat Kalimantan yang menyebabkan belokan masa udara dan konvergensi diatas wilayah Sumatera Selatan. Sehingga pembetukan awan dan hujan terjadi diatas wilayah Sumsel," ujarnya kepasa Sripo.

Lanjutnya, kondisi tersebut juga mengakibatkan terjadinya kelembaban di lapisan awan sehingga menimbulkan awan-awan hujan yang merata, dan diperkirakan akan berlangsung selama 3 hari mendatang.

Baca: Berita Palembang : Lagi Asyik Judi Kartu, Lima Warga tak Berkutik Posisinya Sudah Dikepung Polisi

"Kondisinya bisa terjadi karena beberapa faktor. Antara lain, adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Sumatera yang menyebabkan terjadinya konsentrasi massa udara di wilayah tersebut. Konsentrasi massa udara ini menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih lembap yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. Diprakirakan keadaan ini akan berlangsung hingga 3 hari kedepan," jelasnya.

Dengan perubahan cuaca yang begitu cepat BMKG pun memprediksi akan terjadi pergerakan awan pekat disertai angin dan petir di wilayah Sumsel. Kondisi tersebut terjadi karena proses terbentuknya awan Camulunimbus (CB) di wilayah Sumatera Selatan.

Baca: BPBD Lahat Minta Warga Warsapa Longsor di Bekas Lahan Terbakar

"Karena kondisi Iklim saat masa musim peralihan (Pancaroba) ini terutama hujan lokal tiba-tiba yang disebakan awan Gelap pekat yaitu Awan Rendah Cumulunimbus (CB). Cumulonimbus tersebut berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang dan Petir di wilayah Sumsel," ungkapnya.qqqq1

Tidak hanya itu saja, kondisi perairan pun dipastikan akan terdampak oleh pengaruh perubahan iklim tersebut. Nandang menambahkan untuk kecepatan angin dipelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin yang menjadi tempat penyebrangan kapal ke Bangka.

Baca: Berita Palembang : Rusak Akibat Diterjang Hujan dan Angin Kencag, Stasiun LRT DJKA Tutup 2 Hari

"Untuk potensi gelombang dipastikan sekitar 2,5 meter hingga 4 meter. Dengan kecepatan angin 2-10 knots. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di Perairan Barat Enggano, Perairan Selatan Banten, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Samudera Hindia Barat Enggano - Banten, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, Perairan utara Kep.Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat," ungkapnya.

Untuk itu BMKG selalu menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai dalam beberapa hari kedepan potensi perubahan cuaca di wilayah Sumsel.g2)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved