Layangkan Protes, Manajemen Sriwijaya FC Tidak Terima Hasil Kekalahan Dari PSIS Semarang

Manajemen Sriwijaya FC dengan tegas menyatakan menolak hasil pertandingan antara PSIS Semarang kontra Sriwijaya FC

Laporan Wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG –Manajemen Sriwijaya FC dengan tegas menyatakan menolak hasil pertandingan antara PSIS Semarang kontra Sriwijaya FC, yang dilangsungkan di Stadion Moch. Soebroto Selasa (24/10/2018) lalu. Sebab, beberapa kejadian di sana dianggap merugikan bagi tim berjuluk Laskar Wong Kito, yang bertindak sebagai tamu.

Dalam pertandingan yang disudahi dengan kekalahan Hyunkoo cs dengan skor 1-0 itu, ada 3 poin yang diprotes oleh manajemen Sriwijaya FC. Pertama, soal perubahan jadwal pertandingan yang mendadak dan padamnya lampu di tengah-tengah pertandingan yang terjadi sebanyak 3 kali.

Direktur Utama PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen klub Sriwijaya FC Muddai Madang mengatakan, jadwal yang telah diatur sebelumnya adalah pukul 16.00 WIB. Namun jadwal tiba-tiba dirubah menjadi malam hari, hanya 1 hari sebelum pertandingan.

“Itu butuh penerangan yang memadai. Dan ternyata disaat berlangsungnya pertandingan, terjadi beberapa kali padam, menurut aturan hanya boleh break 2 kali apabila terjadi sesuatu. Dan kemarin terjadi 3 kali,” ujarnya Rabu (24/10/2018).

Karena sudah beberapa kali padam, pihak Sriwijaya FC merasa pertandingan sudah tak kondusif. Bahkan, pihak Sriwijaya FC sempat tak ingin melanjutkan pertandingan saat itu.

“Tapi karena dipaksa oleh panpel di sana, akhirnya kita ikutin,” ungkapnya.

Kedua, pemberian kartu kuning kepada beberapa pemainnya yang terkesan janggal. Sebanyak 4 kartu kuning dan 1 kartu merah hasil dari akumulasi 2 kartu kuning dikenakan kepada beberapa pemain intinya, yaitu Zalnando, Esteban Vizcarra, Manuchkhr Dzhalilov dan Marcko Sandy Meraudje.

Keempat pemain tersebut, secara kebetulan menerima kartu kuning secara beruntun. Manajemen berang karena selain menganggap wasit saat itu tidak memberi peringatan terdahulu, secara janggal dan kebetulan keempatnya menjadi terakumulasi sehingga harus absen di laga selanjutnya.

“Kena akumulasi sehingga kami saat melawan Serui tidak bisa menurunkan beberapa pemain kami. Padahal sangat tidak layak untuk dikartu kuningkan. Silahkan kalau mau lihat karena kemarin live. Sebenarnya ini ada apa,” tambahnya.

Ketiga, menurut manajemen proses terjadinya gol yang terjadi di penghujung babak kedua yang mengakibatkan timnya mengalami kekalahan juga dinilai tidak layak. Sebab, ada beberapa pelanggaran yang diduga manajemen cukup berat, namun tidak diberi hukuman oleh wasit yang saat itu dipegang oleh Prasetyo Hadi.

“Itu ada pemain yan g ditempeleng atau dituis seharusnya, menurut kami itu sudah pantas untuk dikartu merahkan. Sedangkan kalau pemain kami yang kesalahannya sangat ringan kami kena kartu kuning,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya juga telah melayangkan surat protes serta permohonan investigasi kepada PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator klub, untuk menyelidiki lebih jauh terhadap dugaan-dugaan kejanggalan di pertandingan tersebut.

“Kami tak mau berpersepsi terlalu jauh, kami serahkan kepada Komdis untuk menelaah dan mengkaji tindakan tersebut. Kami minta sekali lagi kepada LIB mengkaji dan menelaah hasil kemarin. Dan kami tidak menerima hasil kemarin,” jelasnya. (mg5)

====

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved