Berita Pagaralam

Berita Pagaralam : Bawaslu Imbau Caleg Tidak Kampanye Berlebihan di Medsos. Ini Ancaman Hukumannya

"Sebenarnya aturan kampanye melalui medsos ini juga diatur dalam PKPU nomor 33 tahun 2017 tentang kampanye.

Berita Pagaralam : Bawaslu Imbau Caleg Tidak Kampanye Berlebihan di Medsos. Ini Ancaman Hukumannya
medsos 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Pencalegan pada masa digital ini membuat para calon legislatif (Caleg) menggunakan media sosial untuk mengenalkan diri kepada masyarakat.

Hal ini menjadi sorotan serius bagi Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

Bahkan Bawaslu Kota Pagaralam menjadwalkan akan mengundang seluruh Partai Politik (Parpol) peserta pemilu 2019 beserta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Media Online Kota Pagaralam untuk membahas terkait kampanye di media sosial (Medsos) jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Baca: Berita Palembang : 5 Bulan Mencuri Batu Bara, 5 Tersangka Ini Berhasil Diamankan Petugas

Hal ini tertuang dalam surat keputusan Bersama yang dilakukan Oleh Bawaslu RI, KPU RI, KPI dan Dewan Pers Nomor : 0700/K.BAWASLU/HM.02.00/IX/ 2018 Nomor : 26/HM.02.NK/01/KPU/IX/2018 Nomor : 17/K/KPI/HK.03.02/09/2018 Nomor : 06/DP/SKB/IX/2018 dimana disepakati sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu pasal 1 ayat 35 dinyatakan bahwa kampanye pemilu adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dan menawarkan visi, misi dan program atau citra diri peserta pemilu.

Berdasarkan surat keputusan tersebut Bawaslu Kota Pagaralam juga mengingatkan semua caleg dan Parpol yang ada d

Baca: Miliki Tribun Family Card (TFC), Gratis Potong Rambut Hingga Diskon 10% di Modeste Salon

Jika tidak maka ancamannya yaitu caleg yang bersangkutan akan Diskualifikasi.

Ketua Bawaslu Kota Pagaralam, Edi Ahmadi mengatakan, melihat dari isi dari surat keputusan tersebut bahwa seluruh peserta pemilu baik itu Parpol maupun caleg serta capres dibatasi untuk kampanye melalui medsos.

"Sebenarnya aturan kampanye melalui medsos ini juga diatur dalam PKPU nomor 33 tahun 2017 tentang kampanye. Jadi caleg tidak boleh sembarangan berkampanye melalui medsos," katanya.

Jika harus kampanye melalui akun medsos caleg harus melaporkan akun yang akan digunakan untuk kampanye ke Bawaslu dan KPU minimal 10 akun.

Baca: Miliki Tribun Family Card (TFC), Gratis Potong Rambut Hingga Diskon 10% di Modeste Salon

"Pasalnya jika tidak dilaporkan namun terbukti menggunakan medsos untuk kampanye maka hal itu menyalahi aturan. Maka caleg akan dikenakan sanksi dan bisa saja di diskualifikasi," tegasnya.

Sesuai dengan kesepakatan yang diatur, bahwa kampanye melalui akun medsos dijelaskan tentang citra diri calon, nomor urut dan ajakan memilih dan aturan tersebut wajib diikuti seluruh Caleg.

"Bila melanggar, Caleg dapat terkena sanksi. bisa dikenakan sanksi berupa pidana dan denda sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu," jelasnya.(one)

====

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved