Breaking News:

Pilpres 2019

Hashim: Selama Dua Tahun Kami Jadi Korban Haoks Soal Khilafah

Hashim Djojohadikusumo: Kami tidak ingin membuat Khilafah. Ini tudingan, konyol, dangkal, itu hoaks.

TRIBUN/DANY PERMANA
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Pasangan Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan pandangannya saat berkunjung ke redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta, Kamis (18/10/2018). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Dalam dua tahun belakangan ini kubu Prabowo sering dianggap sebagai anti pancasila dan akan mendirikan negara dengan bentuk khilafah.

Hal itu diungkapkan Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo.

Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan fitnah.

"Kami tidak ingin membuat Khilafah. Ini tudingan, konyol, dangkal, itu hoaks. Selama dua tahun kami jadi korban haoks soal khilafah," kata Hashim saat menyambangi redaksi Tribunnews, Kamis (18/10/2018).

Baca: Heboh Disebut Idaman Sule, Rita Tila Sita Langsung Bongkar Soal Kehidupan Pribadinya, Ternyata Dia!

Baca: Beredar Video Ayu Ting Ting Tunjuk dan Ancam Ivan Gunawan, Endingnya Malah Bikin Warganet Geregetan

Baca: Pesan Mendalam Anak Yon Koeswoyo Kepada Seluruh Penggemar Koes Plus, Menyayat Hati!

Bagaimana mungkin pihaknya mau membentuk Khilafah.

Menurut Hashim tim pemenangan Prabowo Sandi terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk dalam keyakinan agama.

"Kami sejak satu tahun, dua tahun ini sering dianggap anti Pancasila, mau bentuk khilafah. Saya terbuka saja, saya Kristen Protestan saya sering ke gereja. Pak Budi (wakil direktur BPN) katolik, dan ada yang Hindu," katanya.

Hashim menduga tudingan anti-Pacasila dan khilafah, dilontarkan dari kubu lawan di Pemilu Presiden 2019.

Selain itu menurutnya pihak lawan menggunakan isu tersebut sebagai 'peluru' serangan karena menganggap Pancasila itu hanya sila pertama saja.

Menurutnya mereka lupa bahwa ada lima butir dalam Pancasila.

Baca: Hashim Sebut Harga Makanan di Jakarta 2 Kali Lipat Lebih Mahal dari Harga Makanan New Delhi

Baca: VIDEO: Adik Prabowo Jelaskan Isu Indonesia Bubar. Hashim: Sampai Kiamat Indonesia Ada

Baca: Berita Palembang: Gubernur Sumsel Herman Deru: Demokrasi Ini Harus Berjalan dengan Terhormat

Hashim mengatakan mereka yang jauh dari pancasila adalah mereka yang tidak menerapkan 5 butir dalam pancasila tersebut.

Salah satunya yakni butir ke lima yang berbunyi 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia'.

"Menurut kami, menurut saya. Yang sering terlupakan sila ke lima. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan sosial, itu karena kita tidak merasa adil situasinya. Kalau kita bicara sila ke lima orang bengong. Menurut Prabowo, kalau sila kelima tidak ditegakkan, sila ketiga terancam," pungkasnya. (Taufik Ismail)

Editor: Sudarwan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved