Google Lebih Jago Kenali Perbedaan Kanker dan Bukan Kanker Dengan Akurasi 99%, Dengan Ini

Bahkan kemampuan Google AI tersebut jauh lebih baik dibandingkan mata ahli pathologi ketika mencari tanda kanker di slide ronsen.

Hello Sehat/nextren.grid.id
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM-- Google semakin meningkatkan kemampuan AI miliknya di bidang yang membantu manusia, dengan kemampuannya untuk mendeteksi kanker payudara lebih baik dibandingkan manusia.

Hal ini bisa terwujud berkat kerja keras perusahaan teknologi ini untuk mengembangkan perangkat deep learning yang mampu mendeteksi penanda kanker payudara metastasis (tingkat lanjut) dengan akurasi tinggi.

Bahkan kemampuan Google AI tersebut jauh lebih baik dibandingkan mata ahli pathologi ketika mencari tanda kanker di slide ronsen.

Baca: UEFA Nations League, 2 Gol Antoine Griezmann Taklukkan Jerman

Ilustrasi
Ilustrasi (Tribunnews.com)

Algoritma AI yang diberi nama Lymph Node Assistant atau LYNA mampu mengenali karakteristik tumor dengan menggunakan dua set slide pathologi, yang biasanya digunakan untuk mengenali tanda kanker.

Karena AI tersebut dilatih dengan slide yang menunjukkan beragam metastasis, maka AI tersebut dapat mengenali perbedaan antara kanker dan bukan kanker dengan akurasi 99%.

Apalagi sistem kecerdasan buatan tersebut dapat pula mengenali tanda yang begitu kecil, dan biasanya terlewat oleh mata manusia.

Tentunya keberadaan AI tersebut tidak serta merta menggeser posisi ahli pathologi dalam mengenali dan menangani kanker payudara tingkat lanjut.

Baca: Pakai Pendingin Vapor Chamber, Huawei Mate 20 X Ponsel Gaming Berlayar 7 Inci, Ini Spesifikasinya

Ilustrasi
Ilustrasi (Dokter Sehat)

Nantinya LYNA akan membantu ahli dalam menemukan tanda kanker, dan hasilnya akan dianalisa lebih lanjut oleh ahli sehingga membuat pekerjaan mereka lebih cepat dan mudah.

Hingga kini, AI tersebut hanya mampu mengenali tanda kanker tingkat lanjut yang belum ditemukan pengobatannya.

Sistem ini juga belum diperkenalkan dan digunakan di kasus medis di dunia nyata, karena masih dalam tahap pengembangan.

Akan tetapi diharapkan nantinya LYNA akan turut membantu bidang medis lain, tidak hanya kanker payudara.

Baca: Duel Brasil Vs Argentina di Laga Persahabatan, Lini Belakang Cetak Gol Kemenangan

Ilustrasi
Ilustrasi sistem kecerdasan buatan (pixabay.com/geralt)

Dengan begitu, diagnosa dokter akan semakin tinggi akurasinya, dan di saat bersamaan membebaskan dokter dari menemukan tanda kecil di hasil ronsen yang menyita waktu.

Artinya, dokter bisa lebih banyak meluangkan waktunya untuk mengobati dan juga memberikan perhatian kepada pasiennya.(*)

Artikel ini telah dipublikasikan di situs Nextren.grid.id dengan judul:

Google Lebih Jago Mendeteksi Kanker Payudara Dibandingkan Manusia

Editor: ewis herwis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved