Berita Musi Banyuasin

Berita Muba : Tahap II Targetkan 30 Hektare Replantig Kepala Sawit  

Setelah sukses melakukan replanting (peremajaan lahan sawit) tahap I bagi petani mandiri di lahan seluas 4.446 hektare

Berita Muba : Tahap II Targetkan 30 Hektare Replantig Kepala Sawit   
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
H Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Muba 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Setelah sukses melakukan replanting (peremajaan lahan sawit) tahap I bagi petani mandiri di lahan seluas 4.446 hektare milik petani mandiri dan menjadi percontohan di Indonesia. Pemkab Muba rencananya akan melakukan replanting tahap II dengan luas lahan 30 ribu hektare milik petani mandiri. 

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan replanting lahan kelapa sawit di Muba telah sukses dilaksanakan, artinya petani mandiri yang ada di Muba jauh lebih baik. Setelah dilakukan peremajaan sawit di lahan seluas 4.446 hektare.

"Peremajaan lahan sawit ini merupakan pintu masuk upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi petani mandiri khususnya di Muba. Apalagi disela replanting banyak progam dilakukan seperti tanam jagung dan kedelai,”ungkap Dodi.

Lanjutnya, dirinya beberapa waktu lalu mendapatkan kepercayaan untuk menjadi narasumber kegiatan European Palm Oil Conference (EPOC) di Madrid. 

"Pada kesempatan itu, dunia mengakui kalau peremajaan lahan sawit di Muba ini bisa menjadi trend peningkatan ekonomi petani, tidak hanya di level nasional tapi trend di tingkat dunia," ujarnya.

Saat itu peserta EPOC juga mengakui bahwa upaya replanting lahan sawit tersebut dinilai sangat sukses dalam mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan. 

"Ke depan kita akan terus melakukan peremajaan lahan sawit untuk petani mandiri di Muba, dan untuk tahap kedua kita targetkan melakukan replanting di lahan seluas 30 ribu hektare milik petani mandiri," ungkapnya. 

Dodi menargetkan, petani sawit mandiri di Muba nantinya ke depan tidak hanya menjadi petani saja tapi bisa menjadi pemilik industri sawit. "Nah, untuk mewujudkan ini akses permodalan sangat penting, serta tata guna lahan dan legalitas," jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved