Berita Palembang

Berita Palembang : Museum SMB II Dipercantik, Pengunjung Tak Repot Lagi Buka Sepatu

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sebagai tempat peninggalan sejarah Bumi Sriwijaya, kini memiliki tampilan baru setelah direnovasi.

Berita Palembang : Museum SMB II Dipercantik, Pengunjung Tak Repot Lagi Buka Sepatu
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Masyarakat yang sedang berkunjung di Museum SMB II Palembang, Minggu (14/10) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sebagai tempat peninggalan sejarah Bumi Sriwijaya, kini memiliki tampilan baru setelah direnovasi.

Beberapa koleksi baru menghiasi ruang depan dan terdapat perubahan pada ruangan. 

Kini, pintu masuk pertama berada di lantai dua, pengunjung akan langsung disambut koleksi baru museum yakni lukisan Ratu Sinuhun yang merupakan penulis Kitab Simbur Cahaya, dimana berisi undang-undang tertulis perpaduan antara hukum adat dengan ajaran Islam, Ratu Sinuhun diperkirakan lahir di Palembang sekitar akhir abad ke-16 dan wafat tahun 1642M. 

Baca: Trik Mudah Baca Pesan WhatsApp yang Telah Dihapus, Tak Lagi Buat Curiga dan Penasaran

Di ruang yang sama juga terdapat koleksi baru yakni guci dan piring hasil temuan di dasar Sungai Musi wilayah 3 Ilir Palembang, di duga guci serta piring tersebut merupakan peninggalan Dinasti Ming. 

"Itu inovasi baru dari pihak museum, kebijakan itu baru berlaku pasca Asian Games, dulu banyak atlet yang tidak mau masuk ke museum karena tak mau lepas sepatu, akhirnya dicoba pakai pembungkus sepatu, jadi pengunjung tak perlu repot lepas alas kaki," Jelas staff Museum SMB II Kiki Fitria, Minggu (14/10).

Baca: Pensiun Jadi Selebgram, Ternyata Awkarin Sudah Kaya Raya Bahkan Jadi CEO, Lihat Rumah Mewahnya

Lanjut ke ruang dua, terdapat pameran baju Sultan dan lukisan simbol Kesultanan Palembang yang sempat hilang pada masanya, dan baru diperlihatkan kembali paska kemerdekaan Indonesia.

Di ruang tiga terdapat lukisan Sultan Mahmud Badaruddin II lengkap dengan bermacam-macam meriam dan senjata keris maupun pedang yang digunakan pada masa Kesultanan Palembang. 

Dan di ruang empat pengunjung disuguhkan lukisan peperangan di Palembang masa kolonial dan lukisan proses pengasingan Sultan Mahmud Badaruddin II ke Ternate, di ruang itu pula terdapat kursi meja tamu Giwang serta botol-botol minuman masa penjajahan Belanda.

Baca: Berita Palembang - Ketika Game Menjadi Perdamaian Peace Generation Buktikan Tak Sekedar Slogan

Serta ruang ke lima, terdapat replika baju pengantin, kursi pelaminan, dan kamar pengantin khas adat Palembang, hanya ruangan ini yang nampak tidak mengalami perubahan. 

Sementara masuk keruangan selanjutnya, pengunjung akan bertemu dengan tangga turun, dimana sebelum Asian Games tangga tersebut ditutup alias tidak bisa dilewati dan menjadi ujung ruangan, namun paska renovasi, pengunjung bisa langsung turun ke bawah. 

Sesampainya di ruang bawah pengunjung disuguhkan gambar beragam jenis kain songket, sewet dan batik lokal, ada juga Gedogan, yakni alat pembuat kain songket, serta terakhir terdapat miniatur rumah limas serta Masjid Agung Palembang. 

Baca: Berita Palembang - Ketika Game Menjadi Perdamaian Peace Generation Buktikan Tak Sekedar Slogan

"Sebenarnya masih ada ruangan yang akan di pugar lagi, namun nampaknya belum bisa di realisasikan dalam waktu dekat, yang jelas dengan direnovasinya museum ini kami berharap akan lebih banyak mendatangkan pengunjung," ujar Kiki. 

Pengunjung yang ingin masuk sekarang bisa mendapatkan tiket di lantai 1 dengan harga Rp 1.000 - Rp 20.000, setelah membayar tiket, pengunjung akan mendapatkan pembukus alas kaki agar bisa masuk museum tanpa harus membuka sepatu, berbeda sebelum renovasi dimana pengunjung diwajibkan melepas alas kaki. 

Mengenai tarif masuk tetap dengan harga lama yakni kategori pelajar Rp1.000, mahasiswa Rp2.000, wisatawan umum domestik Rp5.000, dan mancanegara Rp20.000.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved