Berita Palembang

Berita Palembang: Ariansyah Korban Peluru Nyasar Anggota Polsek Pemulutan, Kapolres OI Minta Maaf

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Ghazali Ahmad mengatakan, insiden itu terjadi saat anggota Polsek Pamulutan memburu pelaku pembunuhan.

Berita Palembang: Ariansyah Korban Peluru Nyasar Anggota Polsek Pemulutan, Kapolres OI Minta Maaf
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad SIk MH. 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Pengembangan penyelidikan atas tewasnya  Ariansyah Saleh (24) diduga menjadi korban peluru nyasar oknum polisi Polsek pemulutan saat melakukan penggrebekan di kawasan 7 Ulu, Palembang terus dilakukan Propam Polda Sumsel

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Ghazali Ahmad ketika dikonfirmasi mengatakan, insiden itu terjadi saat anggota Reskrim Polsek Pamulutan, Ogan Ilir, mengejar dan memburu tersangka S, salah satu pelaku pembunuhan. 

Namun karena kondisi ricuh, petugas memberikan tembakan peringatan.

"Saat itu, anggota Polsek Pamulutan memburu seorang pelaku pembunuhan berinisial S. Tetapi saat itu kondisi chaos atau sudah tidak lagi terkendali, lalu anggota melepaskan tembakan peringatan," Ungkap Ghazali saat dikonfirmasi, Selasa (9/10).

Baca: Berita Palembang: Ariansyah Tewas Diduga Kena Peluru Nyasar di Gang Buntu 7 Ulu Palembang

Dari tembakan peringatan itu, regu yang dipimpin langsung Kapolsek Pamulutan AKP Zaldi kehilangan buruannya.

Dalam kondisi gelap, polisi sempat menyisir kawasan 7 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, sebagai
lokasi penggrebekan.

Melihat kondisi sudah tak terkendali dan buruannya hilang, Kapolsek bersama tim meninggalkan lokasi. Saat itu polisi tidak menyadari jika tembakan peringatannya ada yang mengenai seorang warga.

"Saat itu, anggota tidak tahu kalau ada yang terkena tembakan. Kami sudah sambangi langsung rumah keluarga dan meminta maaf. Kami akan bertanggungjawab, anggota semua saat ini sedang diperiksa Propam,"
uangkapnya.

Menurutnya, berdasarkan surat perintah (Sprin) tugas itu 15 orang ikut turun yang dipimpin langsung Kapolsek.

Baca: Berita OKU: Nelayan Sukaria Panen Ikan di Sungai Ogan, Kadin Perikanan Semringah

"Tapi yang turun hanya 14 orang karena salah satu anggota sakit. Saya akui ada kelalaian dan tidak sesuai
SOP. Mereka tak ada koordinasi dengan Polresta dan Polsek wilayah di lokasi penggrebekan,"kata Ghazali.

Setelah menyambangin rumah duka dan menyampaikan permohonan maaf, saat ini Polres Ogan Ilir dan Polda Sumsel telah secara marathon mencari oknum yang salah tembak warga itu. Termasuk Kapolsek yang saat ini ikut diperiksa.

"Tetap kita proses, karena kita disitu ada kesalahan ya kita harus minta maaf dan kita sudah minta maaf. Ini kita marathon agar cepat terungkap siapa berbuat apa saat kejadian. Kapolsek ya ikut diperiksa, jadi semua yang turun diperiksa," tutup Ghazali.

Diberitakan sebelumya, korban bernama Ariansyah ditemukan tewas pada Senin (8/10) pagi tidak jauh dari tempat biliard Kelurahan 7 Ulu.

Saat ditemukan kondisi leher terdapat luka bekas tembakan. (diw).

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved