Berita Palembang

Berita Palembang: Anak Perempuan Korban Tersiram Air Panas Mendapat Kunjungan Istri Gubernur HD

Anak korban tersiram kuah soto panas yang dirawat di RSMH Palembang ini senang mendapat kunjungan Istri Gubernur Herman Deru.

Berita Palembang: Anak Perempuan Korban Tersiram Air Panas Mendapat Kunjungan Istri Gubernur  HD
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Hj Febrita Lustia, Ketua TP PKK Sumsel saat menjenguk Yessy korban tersiram kuah soto panas yang dirawat di RSMH Palembang. 

Laporan wartawan sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Meski masih harus terbaring lemah di tempat tidurnya, Yessy Sukma Azzahra, seorang anak perempuan yang berusia lima tahun asal Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) terlihat senang saat mendapatkan kunjungan dari Febrita Lustia, Istri Gubernur Sumsel Herman Deru, Selasa (9/10/2018).

Ia pun tampak terus memandangi wanita berambut panjang itu, dokter dan perawat serta orang-orang yang berada di ruangan Ruang lakitan 1.2 Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang tempat dirinya dirawat sejak dua hari terakhir.

Dari penuturan singkat kedua orangtuanya yang enggan disebutkan namanya, Sang anak terpaksa dirawat lantaran tersiram kuah soto panas ketika memasak untuk hajatan di rumah tetangganya di Belitang.

Baca: Berita OKU: Ratusan Bidan PTT Galau Mengadu ke DPRD OKU Minta Kejelasan Status Mereka

Akibatnya Yessi tekena luka bakar air panas di tangan serta bagian tubuh lainnya yang hampir mencapai 59 persen.

"Awalnya karena itu, terus sempat dirawat di klinik di OKUT 14 hari, kemudian di rujuk ke RSMH. Cuma karena kami ini orang biasa lalu juga dapat info dari orang katanya biaya berobatnya mahal sampai Rp 10 juta, sempat maju mundur karena tak ada biaya, akhirnya nekat kesini pakai Jamsoskesmas," ujarnya.

Dengan adanya kunjungan tersebut, orangtua Yessi mengucapkan terima kasih, atas kepedulian yang diberikan ke buah hatinya.

Sementara itu, Febrita yang ditemui usai kunjungan mengatakan, dirinya pertama kali menerima kabar ini dari TP PKK OKUT yang kemudian ia tindak lanjuti.

Baca: Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp 27.000, Sebagian IRT di OKU Selatan Gunakan Kayu Bakar untuk Memasak

"Awalnya si orangtuanya ditakut-takuti oleh oknum kalau dibawa ke Palembang biayanya mahal. Karena ketidaktahuan mereka untuk berobat ke sinilah yang jadi kendala. Tapi syukurlah tadi dokter disini sudah menjelaskan bahwa biaya perawatan gratis asalkan memenuhi persyaratan," jelasnya.

Dirinya berharap peran serta TP PKK yang ada di Kabupaten/Kota juga dapat melaporkan jika ada peristiwa seperti ini. Apalagi korban adalah dari kalangan yang benar-benar membutuhkan.

"tidak hanya Zesy, tadi ada anak yang juga saya jenguk kasusnya hampir sama, dan saya pribadi berusaha mencoba memberikan semangat agar bisa cepat sembuh," tutupnya.(cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved