Berita Palembang

Fitri Soroti Masih Banyaknya Warga MCK ke Sungai.

Terutama warga yang bermukim di kawasan Seberang Ulu khususnya di pinggiran sungai.

Fitri Soroti Masih Banyaknya Warga MCK ke Sungai.
Sripoku. com /Yandi Triansya
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meninjau warga Keramasan, Senin (8/10/2018) 

Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - - Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menyoroti masih banyaknya warga melakukan Mandi Cuci Kakus (MCK)  di sungai. 

Terutama warga yang bermukim di kawasan Seberang Ulu khususnya di pinggiran sungai. 

Sehingga menjadikan kawasan ini mendominasi penyumbang daerah kumuh di Palembang.

Fitri mengatakan,  pihaknya melalui program kotaku akan mengurangi aktifitas warga yang buang kotoran  langsung ke sungai. 

Dimana nantinya Pemkot Palembang akan membangun Ipal komunal,  sehingga warga bisa melakukan aktifitas MCK dengan baik. 

"Satu Ipal bisa untuk 50 rumah,  jika satu RT lebih dari 100 KK maka bisa dua Ipal, " kata Fitri, Senin (8/10/2018) saat kunjungan di Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati Palembang.

Dengan adanya Ipal kata Fitri bisa mengurangi bau bau tak sedap dan keberadaan limbah di sungai. 

" Selain sanitasi perbaikan rumah tak laik  huni juga akan  dilakukan  kembali untuk mengurangi kawasan kumuh ini, " katanya. 

Sementara itu, Kabid Perencanaan infrastruktur (PI) Bapedda Litbang Kota Palembang, M Affan mengklaim sudah 40 persen dari total sekitar 500 hektar kawasan kumuh di Palembang.

Menurut dia,  pengentasan kawasan kumuh di Palembang meliputi program bedah rumah dan pembangunan sanitasi.

"Kawasan kumuh masih mendominasi di seberang Ulu.  Beberapa kecamatan yang menjadi fokus kita untuk diantranya Seberang Ulu I, II,  Plaju dan Kertapati, " katanya. 

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved