Liga I Indonesia

Soal Aksi Aremania dan Yuli Sumpil, Begini Ancaman Sanksi Buat Arema Menurut Manejemen

Soal Aksi Aremania dan Yuli Sumpil, Begini Ancaman Sanksi Buat Arema Menurut Manejemen

Soal Aksi Aremania dan Yuli Sumpil, Begini Ancaman Sanksi Buat Arema Menurut Manejemen
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Milan Petrovic dan Hamka Hamzah 

SRIPOKU.COM-Soal Aksi Aremania dan Yuli Sumpil, Begini Ancaman Sanksi Buat Arema Menurut Manejemen, mereka pun bisa diusir dari kandang sendiri. Hal inilah yang ditakutkan pihak manajemen Arema.

Seperti diketahui dalam pertandingan memang sempat terjadi adu mulut antar kedua suporter. Bahkan Pelatih Persebaya Djajang Nurdajman menuding Arema dibantu wasit untuk memenangkan pertandingan.

Hal inilah yang dibantah bek Hamka Hamzah.

Ia pun turut mengomentari tudingan pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman yang menyebutkan timnya menang 1-0 di pekan ke-24 Liga 1 2018, Sabtu (6/10/2018) sore di Stadion Kanjuruhan Malang karena wasit Dodi Setia Purnama. Kapten tim Arema FC itu membantah bahwa hal tersebut tidak benar.

Menurutnya, laga derby Jawa Timur ini merupakan pertandingan yang sangat seru. Apalagi mereka juga tahu Persebaya punya pemain-pemain dengan kecepatan ketika melakukan serangan balik.

"Kami pun sempat kerepotan, tapi pelatih sudah memberikan strategi selama beberapa hari terakhir untuk mengatasi serangan balik dari Persebaya, kita juga punya banyak peluang, jadi kalau ada tudingan kita dibantu wasit itu tidak benar," tutur Hamka dalam sesi jumpa pers usai laga.

Diakuinya, Arema susah payah mendapatkan kemenangan tipis 1-0 ini. Gol semata wayang Arema dibuat oleh Ahmad Nur Hardianto di menit 69 memanfaatkan bola liar di depan gawang lawan hasil tendangan bebas Makan Konate.

"Saya melihat tidak ada pemain Persebaya yang melakukan protes keras terhadap keputusan-keputusan wasit, inilah ciri-cirinya, seperti kalian tahu seperti saya kalau merasa keputusan wasit tidak benar pasti saya akan memprotes keras, tapi ini mereka menerima keputusan tersebut," pungkas pemilik jersey bernomor 23 seperti dilansir dari wearemania.

Kecewa Aksi Aremania dan Yuli Sumpil

CEO Arema FC, Iwan Budianto, mengatakan khususnya aksi Aremania dan bahkan sempat terjadi beberapa insiden selain tindakan rasis, maka bisa jadi akan membuat Arema kena sanksi.

Bahkan timnya bisa terusir dari Malang akibat adanya oknum Aremania yang berbuat kerusuhan saat pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/10/2018).

Diakui IB sapaannya, dengan tingkah laku dari beberapa oknum Aremania, salah satunya Yuli Sumpil. IB mengatakan Aremania merupakan suporter yang dikenal dengan jiwa ksatria. Suporter yang identik dengan warna biru itu harus siap menerima hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat tindakan tidak terpuji kemarin sore.

Seperti diketahui, sebelum pertandingan, terlihat pentolan Aremania, Yuli Sumpil, dan rekannya mendatangi tim Persebaya yang sedang pemanasan. Bahkan, kedua suporter itu terlihat adu argumen dengan kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan.

Pada saat pertandingan, Aremania tetap menyanyikan lagu rasis kepada Persebaya dan Bonek. Selepas pertandingan, ada oknum Aremania yang masuk ke dalam lapangan dan merobek-robek bendera Persebaya. Tidak berselang lama, banyak Aremania yang turun ke lapangan untuk mengejar para pemain Persebaya. Melihat suasana tidak kondusif, para pemain Persebaya berlarian menuju ruang ganti.“Hukumannya itu bisa laga tanpa penonton, sampai laga usiran, dan sebagai ksatria harus berbesar hati untuk menerima hukuman apapun itu,” kata IB seperti dikutip dari bolasport.com.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved