Diancam Dengan 2 Pasal, Ratna Sarumpaet Terancam 10 Tahun Penjara

Polda Metro Jaya menyatakan Ratna Sarumpaet terancam hukuman sepuluh tahun penjara. Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan Hoaxs

Diancam Dengan 2 Pasal, Ratna Sarumpaet Terancam 10 Tahun Penjara
Tribunnews.com
Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda 

SRIPOKU.COM - Setelah sebelumnya diberitakan bahwa aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno Hatta saat akan bepergian ke luar negeri, Ratna Sarumpae sendiri diamankan setelah berada di dalam pesawat Turkish Airlines. Pihak imigrasi mendatangi Ratna dengan mengatakan bahwa dirinya telah ditangkal bepergian keluar negeri dan akan diamankan polisi. 

Dia sendiri telah dicegah berpergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM atas permintaan Polda Metro Jaya.

Setelah diamankan , malam itu juga pihak kepolisian langsung membawa Ratna Sarumpaet ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa .

Ratna memilih bungkam dan tak menjawab pertanyaan awak media.

Polda Metro Jaya menyatakan Ratna Sarumpaet terancam hukuman sepuluh tahun penjara. Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyebaran berita bohong (Hoaxs ) terkait penganiayaan.

Dikutip dari Tribunnews.com Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Ratna dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE.

Argo menyebut mantan anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu terancam hukuman 10 tahun penjara. Ratna tak mengalami penganiayaan, melainkan menjalani operasi plastik di RSK Bina Estetika, pada 21 September 2018.

Baca: Ditangkap Di Bandara Soetta Tangerang , Ratna Sarumpaet Langsung Diperiksa Di Polda Metro Jaya

Baca: Ditahan Polisi Saat Akan Pergi ke Luar Negeri, Ratna Sarumpaet Kini Ditetapkan Sebagai Tersangka

Baca: Ratna Sarumpaet Diamankan Polisi Saat Akan Pergi ke Luar Negeri

"Bahwa yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai tersangka... Ancamannya 10 tahun penjara," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/10) malam.

Bunyi Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 itu, yakni "(1) Barangsiapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun."

Kemudian, "(2) Barangsiapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan la patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun."

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved