Berita Pagaralam

Berita Pagaralam: Musim Kemarau, Lahan Pertanian di Pagaralam Kering dan Retak-retak. Petani Pasrah

Musim Kemarau, Lahan Pertanian di Pagaralam Kering dan Retak-retak. Petani Pasrah. Dipastikan akan membuat hasil panan petani gagal.

Berita Pagaralam: Musim Kemarau, Lahan Pertanian di Pagaralam Kering dan Retak-retak. Petani Pasrah
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Salah satu lahan persawahan milik warga Kota Pagaralam yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau, Jumat (5/10/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

Berita Pagaralam: Musim Kemarau, Lahan Pertanian di Pagaralam Kering dan Retak-retak. Petani Pasrah

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Akibat musim kemarau yang mulai melanda Kota Pagaralam sudah sejak 1 bulan terakhir ini mulai berdampak dengan masyarakat Pagaralam.

Bahkan akibat kemarau sejumlah lahan persawahan di Pagaralam mulai mengalami kekeringan.

Hal ini dipastikan akan membuat hasil panan petani gagal.

Kondisi lahan sudah mengering bahkan sudah retak-retak akibat tidak adanya suplai air dari irigasi yang memang mengalami kekeringan.

Baca: Diskon Gila-Gilaan! Harga Mobil Keren Ini Cuma Rp 50 Juta, Buruan Sebelum Habis Sampai Desember

Baca: Disebut Gak Jelas dan Menjijikkan, Lucinta Luna ‘Ngamuk’, Bongkar Kebusukan Atta Halilintar!

Hal ini dirasakan warga Pagar Banyu yang memiliki Sawah di Kelurahan Beringin merasakan dampaknya kemarau.

Ada beberapa hektar lahan persawahan mengering dan terancam gagal panen.

Ipen (35) pemilik sawah mengatakan, sawah miliknya sudah sangat mengering bahkan tidak ada lagi setetes airpun masuk ke lahan sawah.

"Tahun ini kemungkinan sawah kami ini akan gagal karena sudah beberapa minggu ini tidak ada air masuk," ujarnya kepada Sripoku.com, Jumat (5/10/2018).

Baca: Berita Palembang: Orang Nomor Satu di Bank bjb, Bocorkan Rahasia Kesuksesan Bank bjb

Baca: Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung Liga 1 2018, Sriwijaya FC vs Bali United, Persija vs Perseru

Tidak hanya sawah miliknya yang mengalami kekeringan namun juga milik sawah petani yang tidak jauh jaraknya dengan sawah miliknya.

"Ada sekitar dua hektar sawah di dataran ini semuanya terancam gagal panen juga karena sudah kering kerontang," katanya.

Dijelaskannya gagal panen tidak hanya bagi petani yang menanam padi saja, namun juga bagi petani yang bertanam sayur-sayuran.

Apalagi saat ini Kota Pagaralam sudah masuk di penghujung tahun atau paceklik sementara musim kopi sudah lama selesai.

"Kita hanya bisa pasrah dengan keadaan karena tidak dipungkiri sekarang memamg lagi musim kemarau dan berharap ini tidak berlangsung lama. Jika kemarau panjang masyarakat Pagaralam yang susah," jelasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved