Berita Palembang

Berita Palembang: Ulah Ratna Sarumpaet tak Pengaruhi Suara Pemilih di Daerah

Kasus penyebaran berita bohong (hoax) yang dilakukan oleh aktivis Ratna Sarumpaet saat ini tengah heboh diperbincangkan

Berita Palembang: Ulah Ratna Sarumpaet tak Pengaruhi Suara Pemilih di Daerah
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Pengamat Politik Sumsel, Bagindo Togar 

Berita Palembang: Ulah Ratna Sarumpaet tak Pengaruhi Suara Pemilih di Daerah

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus penyebaran berita bohong (hoax) yang dilakukan oleh aktivis Ratna Sarumpaet saat ini tengah heboh diperbincangkan di Indonesia tak terkecuali Sumsel.

Bahkan, pernyataan Ratna Sarumpaet yang mengaku kena pukul hingga lebam semakin heboh di medsos.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Sumsel, Bagindo Togar menilai blunder yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet itu tak begitu berpengaruh terhadap suara pemilih di daerah-daerah.

Baca: Berita Palembang: Herman Deru Klaim Kabut Asap di Palembang Kiriman dari Kota Tetangga

Baca: Ingat Tegar ‘Pengamen Jalanan? Hartanya Pernah Dibawa Lari, Lama Menghilang Nasibnya jadi Begini

"Tidak begitu terpengaruh, karena secara realitas elektoral politiknya, khusus pilpres mengacu pada antar para parpol pendukung paslon," jelas Bagindo Togar kepada Sripoku.com, Kamis (4/10/2108).

Bagindo Togar pun menyayangkan tindakan tersebut.

Ia mengaku tindakan yang diambil Ratna Sarumpaet tersebut tindakan yang sangat berbahaya karena dapat menimbulkan konflik sosial.

Hal ini dapat terlihat di media sosial betapa banyaknya pro dan kontra terhadap persoalan tersebut.

Baca: Berita Palembang: World Animal Day, Stop Kekerasan dan Terlantarkan Hewan

Baca: Berita Palembang: Foto-foto Demo Guru Honorer K2 di Halaman Gedung DPRD Sumsel

"Sekarang ini elemen pro dan kontra itu semakin keras, tapi malah dia (Ratna) menghembuskan isu tersebut," katanya.

Menurut Alumni FISIP Universitas Sriwijaya ini, jikapun berpengaruh terhadap pemilih ia menilai masih ada waktu yang cukup panjang untuk merecovery juga mengkonsolidasikan beragam dukungan dari massa pemilih.

Ia menambahkan, ditengah masyarakat Indonesia saat ini sudah terbelah menjadi dua, antara pendukung paslon presiden petahana serta paslon presiden yang ingin merebut kekuasaan.

"Pembelahan antar massa pendukung tersebut sangat jelas juga sulit untuk dilakukan penetrasi. Bisa saja disebabkan difrensiasi oleh unsur ideologis, orientasi Parpol, identitas dan kepentingan politik pragmatis," ungkapnya.

===

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved