Berita Palembang

Berita Palembang: Tagih Utang Rp 3 Juta ke Tetangga, Muka Rini Malah Dipukul Pakai Teko Air

Tanpa banyak bicara, terlapor langsung masuk kedalam rumahnya dan mengambil teko air minum, serta memukulkan teko air minum tersebut ke muka korban.

Berita Palembang: Tagih Utang Rp 3 Juta ke Tetangga, Muka Rini Malah Dipukul Pakai Teko Air
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Ditemani keluarganya, Rini (38), seorang IRT melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya ke Polresta Palembang, Selasa (2/10/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Hendak hati mendatangi rumah tetangganya untuk menangih utang.

Namun membuat Rini (38), warga Jalan Sungai Aur Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan SU I, Palembang, malah menjadi korban penganiyaan.

Tak terima dengan apa yang dialaminya, Rini pun melaporkan peristiwa itu ke Polresta Palembang, Selasa (2/10/2018).

Dihadapan petugas, Rini yang didampingi orang tua menuturkan, kejadian tersebut terjadi pada Senin (1/10/2018) sekitar pukul 16.00, saat dirinya mendatangi rumah tetangga Leni (terlapor) yang tak jauh dari rumahnya dan hendak menangih utang yang sudah lama tak dibayar.

Lalu, setiba dirumah terlapor bukan perlakukan baik yang diberikan terlapor kepada korban.

Tanpa banyak bicara, terlapor langsung masuk kedalam rumahnya dan mengambil teko air minum, serta memukulkan teko air minum tersebut ke muka korban.

"Saya mendatangi rumah pak, hendak menangih utang yang sudah lama tak dia bayar. Sebesar Rp 3 juta. Namun ketika ia membuka pintu, dia langsung masuk ke dalam rumah dan mengambil toke air minum, serta memukulkan toke itu ke muka saya," ungkapnya kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Ditemani keluarganya, Rini (38), seorang IRT melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya ke Polresta Palembang, Selasa (2/10/2018).
Ditemani keluarganya, Rini (38), seorang IRT melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya ke Polresta Palembang, Selasa (2/10/2018). (SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA)

Karena dirumah terlapor dan merasa takut. Korban pun saat itu langsung pulang ke rumahnya, dengan mulut yang bersimbah darah.

"Saya tidak terima pak atas kejadian ini. Oleh itu lah saya terpaksa melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang dan berharap dia ditangkap, " katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kasubag Humas, AKP Andi Haryadi membenarkan sudah menerima laporan korban atas kasus penganiayaan.

"Laporan sudah kami terima, korban juga sudah kami minta untuk melakukan visum. Nantinya laporan ini akan ditindaklanjuti oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polresta Palembang," ungkap Andi.

===

Editor: Tresia Silviana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved