Tsunami di Palu

Tsunami di Palu:Mulai Penjarahan ATM, Sembako Hingga Barang Elektronik Polisi Siaga

Tsunami di Palu:Mulai Penjarahan ATM, Sembako Hingga Barang Elektronik Polisi Siaga amankan objek vital

Tsunami di Palu:Mulai Penjarahan ATM, Sembako Hingga Barang Elektronik Polisi Siaga
Istimewa
Tsunami di Palu: Penjarahan di Palu dari Sembako Hingga LED Layar Lebar Itu Jadi Berita Media Asing, tampak pengendara sepeda motor membawa LED 

SRIPOKU.COM-Tidak hanya Mall-Mall, Pertokoan, Tsunami di Palu juga dimanafaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan menjarah apapun. Mulai Penjarahan ATM, Sembako Hingga Barang Elektronik Polisi Siaga.

Hal ini karena situasi di Palu, Sulawesi Tengah tengah tidak kondusif pasca Tsunami di Palu dan goncangan gempa 7,4 SR baik di Palu maupun Donggala. Apalagi belakangan semakin tidak menentu di tiga hari setelah terjangan tsunami di Palu Jumat lalu, sejumlah sembako terbatas dan berkurang. Penduduk setempat pun mulai kekurangan bahan makanan.

Disebutkan oleh pihak kepolisian, bahwa warga memanfaatkan kondisi darurat di sana bukan cuma untuk menjarah minimarket, pasca Tsunami di Palu, tetapi juga berusaha membobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

"Sudah ada lima kali percobaan penjarahan ATM yang diketahui polisi. Dari percobaan mengambil uang secara paksa dari ATM di Kota Palu, seluruhnya dapat digagalkan polisi," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di Mabes Polri, seperti dilansir dari patriotnkri, Senin (1/10/18).

Memang, pasca tsunami di palu tersebut beberapa mesin ATM dalam kondisi rusak, sehingga warga pun ada yang coba dijarah oleh warga terdapat di Jalan Touwa, Jalan S Parman, mesin ATM di Universitas Islam Al Khaerat, dan di SPBU Jalan Diponegoro.

"Saat upaya penjarahan ATM di Jalan S Parman, pelakunya bisa tertangkap," jelas Setyo.

Setyo menambahkan, pihak selalu siaga dan menjaga objek-objek vital pasca tsunami di Palu. Bahkan sejauh ini empat orang warga yang menjadi pelaku percobaan pembobolan mesin ATM telah diamankan. Mereka adalah Azwan (30), R (17), Zulkarnaen (25), dan Faisal (36). "Saat ini keempatnya ditahan Polda Sulawesi Tengah. Sedangkan penjarah tiga ATM lainnya melarikan diri," ujar Setyo.

===
Jadi Perhatian Media Asing

Gempa 7,4 SR di Palu disusul kemudian Tsunami di Palu dan Donggala Sulteng, Jumat (28/9/2018) itu memang memberikan efek luar biasa kepada masyarakat yang menjadi korban bencana.

Selain bahaya kelaparan dan serangan penyakit, tsunami di Palu ini, juga terjadi penjarahan di kota Palu  terutama di pusat berberlanjaan. Khususnya penjarahan dari efek akibat tsunami di Palu ini, menjadi perhatian media asing. Terutama dugaan penjarahan yang terjadi di Palu sejak beberapa hari terakhir dan diduga masih berlangsung.

Halaman
1234
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved