Berita Musirawas

Diduga Kesulitan Bernapas akibat Kekurangan Udara Saat Menggali Sumur, Basuki Lemas

Diduga Kesulitan Bernapas akibat Kekurangan Udara Saat Menggali Sumur, Basuki Lemas. Peristiwa bermula ketika Basuki dimintai tolong

Diduga Kesulitan Bernapas akibat Kekurangan Udara Saat Menggali Sumur, Basuki Lemas
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Basuki, warga Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri berhasil dievakuasi dari dalam sumur. Ia mengalami lemas dan sulit bernapas diduga akibat kekurangan udara saat menggali sumur tetangganya, Sabtu (29/9/2018). 

Diduga Kesulitan Bernapas akibat Kekurangan Udara Saat Menggali Sumur, Basuki Lemas

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Warga Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musirawas, pada Sabtu (29/9/2018) pagi mendadak heboh.

Pasalnya, salah seorang warga setempat, Basuki (40), diketahui lemas tak mampu bergerak di dalam sumur karena kesulitan bernapas akibat kurangnya udara di dalam sumur yang digalinya tersebut.

Peristiwa bermula ketika Basuki dimintai tolong oleh tetangganya untuk memperdalam sumur di rumah tetangganya tersebut.

Baca: Ngotot Ingin Pisah Setelah Cerai Lina Tiba-tiba Datangi Sule Minta Hal ini, Lihat yang Didapat

Baca: Jadwal dan Link Live Streaming MNC TV Arsenal vs Watford, Ini Prediksi Jalannya Pertandingan

Basuki pun menyanggupi permintaan tersebut, lalu pada Sabtu (29/9/2018) sekitar pukul 09.00 ia masuk ke dalam sumur untuk menggali sumur agar lebih dalam.

Namun naas, saat berada di dalam sumur, nafasnya sesak dan ia pun lemas tak sanggup lagi untuk bergerak.

Diduga, karena kekurangan udara didalam sumur tersebut.

Mendengar kabar ada salah seorang warga lemas didalam sumur, warga yang lain pun berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Baca: Ustad Abdul Somad Memberikan Doa kepada Kakak Syahrini

Baca: Diisukan Tak Akur, Ayu Ting Ting dan Via Vallen Dipertemukan, Ternyata Begini di Belakang Panggung

Selanjutnya Sekretaris Desa setemlat langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musirawas, untuk diminta bantuan penyelamatan korban.

"Sekitar pukul 09.45 WIB Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Musirawas mendapat informasi dari Sekdes Leban Jaya bahwa terjadi suatu musibah yang membahayakan jiwa manusia," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Musirawas, Paisol, kepada Sripoku.com, Sabtu (29/9/2018).

Dijelaskan, setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama Kasi Kedaruratan dan Logistik langsung memerintahkan anggota tim reaksi cepat ((TRC) untuk melaksanakan penyelamatan dilapangan.

Kemudian anggota TRC BPBD yang dipimpin Kasi Kedaruratan dan Logistik langsung menurunkan alat scuba dan perlengkapan vertical rescue untuk menyelamatkan korban.

"Alhamdulillah, sekitar pukul 11.15 WIB, dengan segala upaya dan tindakan yang dilakukan TRC BPBD Kabupaten Musirawas bersama masyarakat, akhirnya korban dapat ditolong dalam kondisi selamat," kata Paisol.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved