Berita Palembang

Gandeng Beberapa Ilmuan Luar Negeri, Mahasiswa PPs Unsri Bahas Isu Kebakaran Hutan

Menanggapi permasalahan Indonesia salah satunya kondisi lingkungan yang buruk, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Sriwijaya melaksanakan seminar

Penulis: Yuliani | Editor: Siti Olisa
SRIPOKU.COM/YULIANI
Para peserta seminar dengan tema Lingkungan dan Perubahan Iklim di Ballroom Hotel Horison Ultima Lantai 3, Kamis (27/9/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menanggapi permasalahan Indonesia salah satunya kondisi lingkungan yang buruk, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Sriwijaya melaksanakan seminar dengan tema Lingkungan dan Perubahan Iklim di Ballroom Hotel Horison Ultima Lantai 3, Kamis (27/9/2018).

Kegiatan ini menggandeng beberapa pakar ilmuwan dan stakeholder terkait seperti dari Jerman, Vietnam dan Malaysia uang fokus membahas topik Penumbuhan Hijau (Green Growth Plan).

Seperti yang telah diketahui, problem lingkungan Indonesia terutama Provinsi Sumatera Selatan adalah kejadian kebakaran hutan.

Baca: Timnas U-16 Indonesia Vs India, Fakhri Husaini Fokus Tingkatkan Stamina Pemain

Direktur PPs Prof. Dr. Ir Amin Rejo, M.P mengatakan, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin, sehingga menghasilkan solusi terbaik untuk masalah lingkungan di Indonesia.

"Kita mencoba menyikapi masalah lingkungan dan program ini akan dilaksanakan setiap tahun. Ini tahap pertama."

"Jadi kita terus saling sharing, dan menyoroti permasalahan kebakaran hutan, banjir, irigasi, drainase serta daerah tergenang. Mohon juga didukung dari pemerintah daerah. Selanjutnya dari hasil penelitian, akan diterapkan teknologinya terutama di Palembang," ujarnya.

Baca: Identitas Nyaris Terbongkar, Lucinta Luna Marah KTP-nya Diminta Atta Halilintar, Sampai Tunjuk Muka!

Melalui seminar ini, para peserta berbagi solusi terbaik untuk menyelesaikannya. Apalagi bertujuan sebagai acuan bersama dalam membangun daerah dengan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Seminar ini juga, berupaya untuk meningkatkan produksi sektor kehutanan, perkebunan, dan pertanian dengan tetap melindungi dan memulihkan hutan serta lahan gambut melalui penguatan kemitraan antara sektor swasta, pemerhati konservasi dan masyarakat sipil.

Menurutnya, melalui konsep ini maka aspek produksi komoditi, ekologi lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya mendapat perhatian dan menjadi bagian yang saling berkaitan. Melalui inisiatif terdepan, komitmen kuat, dan peran yang nyata ini sekaligus akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya mencapai Sustainable Development Goal (SDG) di Sumatera Selatan.

Baca: Ibu Dituduh Selingkuh, Rizzky Febian Bayar Lunas dengan Prestasi Ini. Rumah Megahnya Bikin Melongo

"Perwujudan pembangunan hijau ini tidak hanya dilandasi modal dukungan politis yang kuat dari pimpinan daerah, kapasitas sumberdaya manusia yang tersedia, dan jaringan kerja yang luas serta potensi sumberdaya alam yang melimpah, tetapi juga peran perguruan tinggi dan lembaga penelitian," ungkapnya.

Warek I Unsri, Prof Zainudin Nawawi menambahkan, jika pertemuan ilmiah yang bekerja sama dengan Thai Nguyen University of Agriculture and Forestry, Vietnam dan Universiti Sultan Zainal Abidin, Kuala Trengganu, Malaysia ini untuk mencari solusi dalam perbaikan lingkungan.

Baca: Hasil Pertandingan Piala Liga Inggris (EFL Cup) dan Jadwal Pertandingan Hari ini Rabu 3 Oktober

"Bukan hanya solusi terbaik dari penelitian, seminar juga bertujuan menggaet mitra global untuk sama-sama kolaborasi di masa depan. Hasil pertukaran ide dan pengalaman juga berpengaruh dalam pengembangan ilmu pengetahuan ataupin berkolaborasi dalam bisnis. Sekarang paling penting dapat menyelesaikan masalah kebakaran hutan yang berdampak tidak saja dari aspek lingkungan secara fisik tapi juga aspek menyeluruh secara nasional," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved