Berita Palembang

Pembatasan Penjualan Produk Tembakau Langsung maupun Daring Harus Jelas

Pengamat Hukum Ariyo Bimmo, mengatakan pembatasan penjualan produk alternatif rokok tersebut harus segera dikeluarkan

Pembatasan Penjualan Produk Tembakau Langsung maupun Daring Harus Jelas
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Pengamat Hukum Ariyo Bimmo 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Maraknya penjualan produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik menjadi perhatian banyak pihak sebab di lapangan banyak ditemui produk yang tidak sesuai standar keamanan.

Pengamat Hukum Ariyo Bimmo, mengatakan pembatasan penjualan produk alternatif rokok tersebut harus segera dikeluarkan melalui regulasi yang jelas oleh pemerintah melalui UU maupun peraturan lain.

Baca: Carai Sumber Cadangan Minyak dan Gas, Pertamina EP Asset 2 Kembali Lakukan Survey Seismik 3D

"Sebenarnya Indonesia sudah memiliki regulasi yang tertuang dalam PP Nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan zat adiktif tembakau, namun belum secara rinci menyebutkan mengenai rokok elektrik," ujarnya usai Diskusi Publik Tentang Produk Tembakau Alternatif oleh Koalisi Indonesia Bebas TAR di Palembang, Rabu (26/09/2018).

Ditambahkannya jika pemerintah tidak serius menanggapi persoalan tentang permasalahan tersebut ke depannya produksi dan penjualan rokok elektrik akan menjadi bom waktu yang bisa merugikan masyarakat banyak.

Baca: 15 Persen Saham Pabrik Air Mineral ARPA Pagaralam tidak Diketahui Milik Siapa

"Saat ini saja sudah banyak yang memproduksi rokok elektrik hanya berbekal kemampuan yang didapatkan secara otodidak dari internet. Keamanan dan komposisi bahannya tidak ada yang bisa menjamin karena memang dari pemerintah sendiri belum ada regulasinya," tambahnya.

Dia menerangkan pemerintah harus turut serta mengawasi produksi dan penjualan produk tersebut tidak hanya pada penjual atau usaha fisik akan tetapi juga pada bisnis serupa yang menjalankan usaha secara daring.

Baca: Kepergok Pemilik Saat Panjat Dinding Rumahnya, Dua Pemuda di Palembang Ini Dibawa ke Kantor Polisi

"Jangan sampai pembatasan penjualan hanya berlaku untuk penjualan offline saja namun juga harus bisa menyentuh sektor bisnis online. Juga selain itu, regulasi tersebut harus membatasi akses penggunaan bagi anak-anak di bawah umur," terangnya.

Dia melanjutkan adanya penetapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor PMK-146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau pada produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang terdiri dari rokok elektrik atau vape, molase tembakau, tembakau hirup, dan tembakau kunyah patut mendapatkan apresiasi yang tinggi.

Baca: Buron 5 Tahun, DPO Kasus Penganiayaan Menyerahkan Diri, Diantar Keluarga & Anggota Polres Mura

“Melalui PMK yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tersebut, produk tembakau alternatif sudah diakui legalitasnya. Ini adalah kemajuan yang baik bagi Pemerintah Indonesia,” lanjutnya.

Dikatakannya pula bahwa produk tembakau alternatif memiliki potensi yang berlaku tidak hanya bagi perokok, tetapi juga bagi orang-orang terdekat yang berada di sekitar perokok agar terhindar dari penyakit akibat rokok.

Berdasarkan data Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) pada tahun 2017 jumlah pengguna produk tembakau alternatif yang semakin meningkat atau
sudah mencapai lebih dari satu juta vapers.

Baca: Tahun Pertama Salurkan KUR, Bank Sumsel Babel Optimis Lampui Target Desember Nanti

"Pemerintah sudah harus untuk memformulasikan regulasi produk tembakau alternatif yang sesuai dengan tingkat risiko dan profil produk ini. Regulasi tersebut mengacu pada kajian dan bukti ilmiah," ujarnya lagi.

Menurutnya apabila secara ilmiah produk tembakau alternatif terbukti memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok sudah semestinya aturan pemerintah disesuaikan dan tidak seketat rokok.

"Rokok elektrik sendiri merupakan salah satu cara mengurangi dampak penyakit dari tembakau. Harapannya jumlah perokok aktif bisa berkurang sepenuhnya namun hal tersebut tidak mungkin dalam sekejap waktu. Jadi, memang upaya perlahannya lewat penggunaan rokok elektrik." katanya.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved