Berita Musi Rawas

Buron 5 Tahun, DPO Kasus Penganiayaan Menyerahkan Diri, Diantar Keluarga & Anggota Polres Mura

Pelaku penganiayaan terhadap Asrul (49), warga sekampungnya itu menyerahkan diri setelah dibujuk oleh keluarganya

Buron 5 Tahun, DPO Kasus Penganiayaan Menyerahkan Diri, Diantar Keluarga & Anggota Polres Mura
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Tersangka Azwar Kailani (dua dari kanan), dengan diantar keluarga dan anggota Satlantas Polres Musirawas Aiptu Alamsa (dua dari kiri) menyerahkan diri ke Polsek Megang Sakti setelah lima tahun DPO dalam kasus penganiayaan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Setelah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO), lebih kurang sekitar luma tahun, Azuar Kailani alias Kael (42), warga Desa Pagar Ayu Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musirawas menyerahkan diri ke Polsek Megang Sakti.

Pelaku penganiayaan terhadap Asrul (49), warga sekampungnya itu menyerahkan diri setelah dibujuk oleh keluarganya bersama salah seorang personil Satlantas Polres Musirawas Aiptu Alamsa.

Baca: Tahun Pertama Salurkan KUR, Bank Sumsel Babel Optimis Lampui Target Desember Nanti

Aiptu Alamsa yang kebetulan sudah kenal dengan keluarga tersangka, mendengar cerita dari keluarga Kael.

Setelah itu, ia berinisiatif bertemu dengan tersangka dan ikut membujuknya agar menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Setelah dibujuk, akhirnya tersangka mau menyerahkan diri ke Polsek Megang Sakti dan diterima oleh Kanit Reskrim Aioda Kurniawan.

Baca: Rekonstruksi Haringga Sirla Digelar, Diseret hingga Dilarang Melerai sampai Jatuh Pingsan

Kapolres Musirawas AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Megang Sakti Iptu M Romi membenarkan bahwa tersangka yang sudah lebih dari lima tahun tersebut, kini sudah menyerahkan diri ke Polsek Megang Sakti.

"Setelah DPO kurang lebih lima tahun, kemudian dilakukan penyelidikan keberadaan pelaku dan juga dilakukan pendekatan persuasif dengan pihak keluarga agar menyerahkan diri. Kini pelaku sudah menyerahkan diri ke Polsek Megang Sakti diantar oleh keluarganya dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan guna proses sidik," ujarnya, Rabu (26/9/2018).

Baca: Tim Sinkronisasi HDMY Mulai Gerak, HDMY Bakal Tancap Gas Usai Dilantik

Dijelaskan, tersangka ditetapkan sebagai DPO dalam kasus penganiayaan terhadap korban bernama Asrul, dengan dasar laporan LP/B -31/V/2013/SUMSEL/RES MURA/MGS, Tgl 15 Mei 2013.

Kronologisnya, pada 13 Mei 2013 sekitar pukul 10.00, di Desa Pagar Ayu Kecamatan Megang Sakti, pelaku mendatangi korban yang sedang berada diparkiran.

Setelah bertemu pelaku bertanya tentang perbuatan asusila yang diduga dilakukan korban terhadap isteri sah pelaku.

Baca: Soal Rangkap Jabatan yang Diemban, Edy Rahmayadi: Jangan Berpikir Terlalu Panjang

Tapi saat itu korban tidak mengakui perbuatannya terhadap istri pelaku.

Mendapat jawaban tersebut, pelaku emosi dan langsung mengambil sebilah pisau yang ada dipinggangnya.

Selanjutnya pelaku langsung menusukan pisau tersebut ke perut sebelah kiri, sehingga korban mengalami luka tusuk dibagian perut sebelah kiri.

Setelah melakukan penusukan, pelaku langsung melarikan diri.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved