Berita Lubuk Linggau

Pemkot Lubuklinggau Siapkan Dana Bagi Pendamping Pasien yang Akan Berobat ke Luar Daerah

Bagi warga Kota Lubuklinggau yang akan menemani keluarganya berobat keluar daerah namun tak memiliki biaya, tak perlu khawatir.

Pemkot Lubuklinggau Siapkan Dana Bagi Pendamping Pasien yang Akan Berobat ke Luar Daerah
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Bagi warga Kota Lubuklinggau yang akan menemani keluarganya berobat keluar daerah namun tak memiliki biaya, tak perlu khawatir.

Sebab, biaya transportasi, akomodasi maupun makan dan minum anggota keluarga yang menemani keluarganya selama berobat keluar daerah ditanggung oleh pemerintah daerah, melalui program dana pendamping pasien.

"Program bantuan dana pendampingan pasien ini sudah sejak periode sebelumnya saya memimpin Kota Lubuklinggau sudah digulirkan, jadi sudah lima tahun berjalan. Nah, untuk periode sekarang, program ini akan lebih kita optimalkan," ujar Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, diwawancarai Sripoku.com usai mengikuti paripurna istimewa DPRD Lubuklinggau yang digelar di Gedung Kesenian, Kamis (20/9/2018).

Baca: Prediksi Liga Europa - Arsenal Vs Vorskla, Unai Emery Bertekad Angkat Trofi ke-4

Dikatakan, dana pendamping pasien bersumber dari dana bantuan lain dam disalurkan melalui Dinas Kesehatan.

Namun, tidak semua masyarakat dapat menerima bantuan dana pendamping ini.

Sebab syarat untuk mendapatkan dana ini adalah masyarakat tidak mampu atau masyarakat miskin yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pihak berwenang.

Baca: Tipu Wong Kito, Jatanras Polda Sumsel Bongkar Penipuan Berkedok Perusahaan Penyedia Cor Beton

Karena menurut walikota, salah satu hal yang mendasari program ini adalah untuk membantu masyarakat miskin yang akan menemani keluarganya berobat keluar daerah.

Menurutnya, bagi pasien bisa saja berobat gratis kemana saja karena memiliki kartu BPJS atau KIS.

Tapi, bagi keluarga yang menemani, tentu harus pakai biaya sendiri, karena itu perlu dibantu dengan dana pendampingan pasien ini.

Baca: Hasil Pertandingan China Open 2018, Fajar /Rian Harus Akui Keunggulan Tuan Rumah

"Yang sakit tidak mungkin berangkat sendiri berobat keluar daerah. Misalnya pasien dirujuk ke Palembang atau daerah lainnya, pasti ada keluarga yang menemani. Bagi warga kurang mampu, hal ini tentu sangat memberatkan, karena mereka tak punya uang."

"Sebab, untuk keluar daerah, mereka butuh ongkos, butuh biaya makan, butuh tempat menginap dan lainnya. Karena itu, mereka kita bantu melalui dana pendapingan ini," tegas Nanan, sapaan akrab SN Prana Putra Sohe.

Dikatakan, selama ini sudah cukup banyak warga kurang mampu di Kota Lubuklinggau yang dibantu melalui dana pendampingan pasien ini.

Baca: Benarkah Samsung Bakal Gabungkan Seri Galaxy A dan Galaxy J?

Jumlah bantuan yang diberikan bervariasi, tergantung lamanya waktu berobat dan juga jenis penyakit yang diderita oleh keluarga pasien yang bersangkutan.

"Ada yang dibantu Rp1,2 juta. Tapi ada juga yang sampai Rp30 juta, jadi bervariasi. Seperti misalnya kasus sakit jantung dan harus dirujuk ke Jakarta, maka biayanya lebih besar dibandingkan jika hanya berobat ke Palembang," ujarnya.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved