Berita Palembang

Karena Masih Proses Hukum, Warga Halangi BPN Lakukan Pengukuran Tanah Sengketa di Jakabaring

Puluhan warga Silaberanti, Kecamatan SU I yang tinggal di jalan Gubernur H.A Bastari berkumpul menghadang pihak

Karena Masih Proses Hukum, Warga Halangi BPN Lakukan Pengukuran Tanah Sengketa di Jakabaring
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Pengacara pemilik tanah Redi Kales S.H menunjukan bukti rekomendasi tanah dari Gubernur Sumsel, Kamis (13/9). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Puluhan warga Silaberanti, Kecamatan SU I yang tinggal di jalan Gubernur H.A Bastari berkumpul menghadang pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel yang datang bersama pihak kepolisian guna melakukan pengukuran tanah yang saat ini sedang disengketakan di Mahkamah Agung.

Suasana sempat memanas ketika kedua belah pihak sempat beradu argumen mengenai kepemilikan tanah seluas 5 hektar tersebut.

Baca: Pawai Taaruf di Pagaralam. Pj Wako : Pengingat Anak Muda Bahwa 1 Muharram Itu Sangat Penting

Lacinong sang pemilik tanah mengaku telah tinggal di tanah itu sejak tahun 1975. Bahkan menurutnya, dirinya memiliki surat-surat resmi kepemilikan tanah yang sah.

"Mereka yang ingin mengambil tanah ini mengaku memiliki sertifikat. Cuma kita tidak tahu dimana saja tanahnya."

"Mereka asal tunjuk ini tanah mereka. Saya ingin yang mengaku memiliki tanah datang langsung dan tunjukan di mana saja letak tanahnya," ungkapnya, Kamis (13/9).

Baca: SEDANG BERLANGSUNG - Live streaming PSM Makassar Vs Barito Putera, Adu Taktik Dua Pelatih Jempolan

Lacinong menyayangkan kedatangan, pengacara pihak terkait, BPN, dan pihak kepolisian.

Menurutnya, pengukuran tanah tidak mesti dilakukan oleh BPN karena saat ini tanah tersebut sedang dalam proses hukum.

"Tunggulah proses hukum selesai. Dengan membawa pengacara, BPN dan Polisi, jelas mereka ingin melanggar hukum."

Baca: Akui Kekalahan, Manajemen Sriwijaya FC Optimis Berada di Papan Atas Pada Akhir Liga I

"Kita gunakan ilmu dusun saja jangan ilmu kota. Kalau pihak terkait benar mengkalim kepemilikan tanah, tolong datang langsung dan tunjukan dari mana saja tanahnya, jangan ajak pengacara. Pengacara bertugas di pengadilan."

Halaman
12
Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved