Berita OKU

Berita OKU Hari Ini - Tolak Penambangan di Batumarta, Seratusan Warga Datangi Gedung DPRD OKU

Massa menolak aktivitas penambangan batu bara oleh PT Selo Argodedali di Kecamatan Lubukraja Kabupaten Ogan Komering Ulu

SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Warga menyampaikan aspirasi menolak akivitas penambangan batu bara oleh PT Selo Argodedali di Gedung DPRD OKU, Kamis (13/9/2018). 

Warga menilai dengan berkebun karet yang selama ini sudah ditekuni warga sudah membuat warga hidup berkecukupan.

Perwakilan warga yang menolak penambangan batu bara menyampaikan  aspirasi di  Gedung DRPD OKU, Rabu (13/9/2018).
Perwakilan warga yang menolak penambangan batu bara menyampaikan aspirasi di Gedung DRPD OKU, Rabu (13/9/2018). (SRIPOKU.COM/LENI JUWITA)

“Kami tidak mau alam ini menjadi rusak akibat aktivitas tambang, karena alam akan kami wariskan kepada anak cucu kelak,” teriak salah seorang peserta aksi demo.

Lokasi tambang berada di Unit I dan II Batumarta dan perbatasan Kabupaten OKU Timur.

Menanggapi pernyataan warga, Ketua Pimpinan Rapat Yopi Sahruddin SSos berjanji akan menampung aspirasi warga.

Baca: Video Ayu Ting Ting & Nagita di Filmnya Bocor ke Lambe Turah, Raffi Ahmad Murka: Tolong Segera Hapus

Baca: Curhat Andre Taulany, Ceritakan Kondisi Sule di Rumah Pasca Cerai dari Lina, Anak-anaknya Menangis

Namun karena aturan sekarang masalah pertambangan menjadi kewenangan pusat, maka pemerintah daerah akan meneruskan tuntutan warga ke pemerintah pusat.

Yopi berjanji akan membahas masalah ini bersama Pemerintah Daerah.

“Segera akan kita bahas Raperda Tentang Perubahan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten OKU paling lambat akhir tahun 2018," janji anggota DPRD OKU dari Partai Demokrat ini.

Sejumlah alat berat sedang melakukan land clearing di lokasi penambangan batu bara di Kecamatan Lubukraja, Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (13/9/2018).
Sejumlah alat berat sedang melakukan land clearing di lokasi penambangan batu bara di Kecamatan Lubukraja, Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (13/9/2018). (SRIPOKU.COM/LENI JUWITA)

Kepala UPTD Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumsel di Baturaja Abd Toyib ST Msi menjelaskan, masalah pertambangan saat ini sudah menjadi kewenangan provinsi dan pusat.

Dijelaskan Toyib, PT Selo Argodedali bukan pemegang izin Izin Usaha Pertambangan (IUP) tetapi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang dikeluarkan pemerintah pusat sejak tahun 1996 (22 tahun).

Baca: Kandasnya Kisah Cinta Luna Maya Mengejutkan Publik, Ini 5 Fakta Reino Barack

Baca: Jadi Rebutan Kriss Hatta dan Billy Syahputra, Ini Transformasi Hilda Vitria dari Zaman Jadul

Baca: Curhat Andre Taulany, Ceritakan Kondisi Sule di Rumah Pasca Cerai dari Lina, Anak-anaknya Menangis

Dikatakan Abd Toyib, pada awalnya PT Selo Argodedali memegang izin seluas 60.000 HA.

Namun setelah melaksanakan tahapan-tahapan luasnya berkurang dan tinggal lebih kurang 20.000 HA dan yang masuk Kabupaten OKU seluas sekitar 9.000 HA.

Saat ini sudah memasuki tahapan eksploatasi atau operasi produksi dengan luas 20 HA.

Luas 20 HA tersebut didapat dari jual beli dengan masyarakat langsung, menurut info di lapangan masyarakat menjual dengan harga Rp 200 juta per hektar.

Penulis: Leni Juwita
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved