Berita Palembang

Soal Dolar Naik, Namun Sembako Normal. Pengamat : Pemerintah Harus Ambil Kebijakan Ekstrim

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar kini makin anjlok bahkan menembus Rp 15 ribu per USD, Rabu (5/9).

Soal Dolar Naik, Namun Sembako Normal. Pengamat : Pemerintah Harus Ambil Kebijakan Ekstrim
SRIPOKU.COM/mg4
Pedagang - Harga bahan pokok yang sering naik turun membuat pedagang kebingungan. Selasa (13/3) 

Sementara itu, Riri (34) seorang ibu rumah tangga yang ditemui Sripo saat sedang berbelanja kebutuhan pokok mengaku, bersyukur belum ada kebutuhan pokok yang naik akibat kenaikan dollar. Karena itu, dirinya berharap pemerintah segera mengambil tindakan terhadap nilai tukar ini.

"Kita masyarakat pengennya harga murah, jangan sampai harga dollar bikin apa-apa semakin mahal. Kalau enggak lambat tapi pasti harga pasti naik dan berdampak pada harga BBM dan bahan pokok," bebernya.

Baca: Lama Dinanti, Akses Jalan Warga Desa Muara Dua Lahat Akhirnya Segera Dibuka

Ketakutan akan kenaikan Dolar bukan tanpa sebab. Menurut Riri, selama ini kenaikan Dolar selalu berimbas kepada kenaikan, BBM, Listrik dan bahan pokok, sedangkan pendapatan tidak pernah bertambah.

"Kalau kebutuhan pokok sudah naik maka kami akan bertambah susah. Kalau dollar mau naik itu terserah, tapi jangan naikkan harga kebutuhan pokok," singkatnya.

Baca: Pengunjung Grand Zuri Lahat Bisa Nikmati Varian Mie hingga Spaghetti Hanya Rp 35 Ribu

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Sumsel dari Unsri, Yan Sulistio mengatakan lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar ini akan mengoreksi semua harga yang mendukung kehidupan masyarakat.

Kenaikkan harga Dolar ini akan memicu kenaikkan harga bahan bakar minyak yang nantinya akan berimbah kepada semua lini masyarakat, termasuk harga bahan pokok dan listrik.

Baca: Pengunjung Grand Zuri Lahat Bisa Nikmati Varian Mie hingga Spaghetti Hanya Rp 35 Ribu

"Dalam hal ini saya melihat kebijakan pemerintah untuk menahan laju Dolar ini belum sempurna, sehingga menyebabkan nilai tukar Rupiah terus melemah jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan yang ekstrim," ujarnya.

Baca: Tak Alami Lonjakan Penumpang, Pelabuhan Boombaru Normal Selama Asian Games 2018

Tindakan ektrim yang harus diambil pemerintah menurut Yan Sulistio, salah satunya adalah menunda pembangunan infrastruktur karena bahan baku yang digunakan sebagian besar adalah barang impor. 

Sedangkan dari sisi perbankan bisa dilakukan dengan cara menahan nasabah melakukan penarikan mata uang Dolar dalam bentuk giro mau pun deposito.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved