Berita Palembang

Selama Agustus Ada 40 Kasus Kebakaran di Palembang. Dinas PBK Palembang Tingkatkan Penjagaan

Dinas Penaggulangan dan Bencana Kebakaran (PBK) Palembang meningkatkan status penjagaannya

Selama Agustus Ada 40 Kasus Kebakaran di Palembang. Dinas PBK Palembang Tingkatkan Penjagaan
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kepala Dinas PBK Palembang, Dicky Lenggardi Tatung 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dinas Penaggulangan dan Bencana Kebakaran (PBK) Palembang meningkatkan status penjagaannya selama musim kemarau tahun ini.

Hal tersebut tidak terlepas banyaknya bencana kebakaran terjadi ketika musim kemarau tiba.

Kepala Dinas PBK Palembang, Dicky Lenggardi Tatung mengatakan Kota Palembang sangat rawan terjadi kebakaran saat musim kemarau, sedikit saja ada pemantik api maka si jago merah akan cepat berkobar.

Baca: VIDEO Reaksi Dingin Mohemad Salah saat Ramos Berusaha Menegurnya

Para petugas PBK pun selalu siap siaga apabila terjadi kebakaran.

Si penakluk api ini saat bertugas dibagi ke dalam 3 shift selama 24 jam.

Dimana dalam satu shift itu terdapat regu yang berjumlahkan 12-24 orang setiap melakukan penjagaan.

Baca: Pernille Harder Terpilih Pesepakbola Wanita Terbaik UEFA, Berikut Statistik Keseluruhan

"Petugas kita selalu stand by 24 jam. Pada musim kemarau ini status penjagaan semakin kita tingkatkan dari sebelumnya," ujarnya, Jumat (31/8/2018).

Dari catatan PBK Palembang, selama bulan Agustus tercatat ada sekitar kurang lagi 40 kasus kebakaran di Kota Palembang.

Tak hanya kebakaran rumah ataupun gedung, dari catatan PBK banyak pula kebakaran terjadi di lahan-lahan yang kosong.

Baca: Bunga Rafflesia Arnoldi di Temukan di Desa Ruos Muaradua, Warga Antusias Berswafoto

"Kalau kebakaran rumah sekitar enam kali sisanya itu kebakaran lahan semua. Baik kecil atau besar semua data kebakaran selalu kita data," tegasnya.

Dicky mengimbau untuk masyarakat Palembang agar sangat berhati-hati sebelum meninggalkan rumah.

Baca: Alex Noerdin Resmikan Rute Baru Garuda Indonesia Palembang-Padang

Terlebih dahulu tempat tinggal harus dikontrol, jangan sampai melupakan api kompor hingga membuang puntung rokok sembarangan.

"Banyak penyebabnya, ada arus pendek, gas meledak dan lain-lain. Kepada warga sebelum pergi cek jangan lupa cek dulu keadaan rumah, bila perlu listrik semua harus dipadamkan," tegas Dicky.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved