Asian Games 2018

Bertanding Saat Idul Adha, Dayung Indonesia Loloskan 8 Nomor ke Final

Meski tengah merayakan Hari Raya Idul Adha, Rabu (22/8/2018), rupanya masih ada beberapa cabang olahraga (cabor)

Bertanding Saat Idul Adha, Dayung Indonesia Loloskan 8 Nomor ke Final
ANTARA FOTO/INASGOC/Zabur Karuru/nym/18.
Regu dayung putri Indonesia bersiap di garis start pada penyisihan dayung kelas empat putri di Venue Rowing Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (22/8). 

Laporan Wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Meski tengah merayakan Hari Raya Idul Adha, Rabu (22/8/2018), rupanya masih ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Satu diantaranya, ialah Dayung.

Skuat Dayung Indonesia berjibaku di nomor Men’s Lightweight Single Sculls babak Repechages, Men Lightweight Double Sculls babak Repechage, Women’s Four babak Repechages dan Men’s Quadruple Sculls Repechages. Hasilnya, sebanyak 8 nomor berhasil lolos ke Final A perebutan medali.

Tiga nomor tersebut antara lain Men Lightweight Double Sculls, Women's Four, dan Men's Quadruple Sculls. Bahkan nomor yang terakhir disebut, finish di urutan pertama dengan catatan waktu 6.25.95.

Raihan tersebut menambah panjang skuat Dayung yang telah lolos ke babak perebutan medali, yang akan dilangsungkan Kamis (23/8/2018) nanti. Skuat besutan Boudewijn van Opstal ini sebelumnya telah memastikan ikut dalam perebutan di 5 nomor, yaitu Woman’s Pair, Men’s Pair, Men’s Lightweight Four, Men's Lightweight Eight dan Women’s Lightweight Quadruple Sculls.

Menurut Asisten Pelatih Dayung Indonesia Safril, Dayung Indonesia setidaknya memiliki kans di beberapa nomor, sebut saja Men’s Lightweight Four dan Women’s Lightweight Quadruple Sculls. Namun bukan berarti yang lain tak diunggulkan, karena di kompetisi final semua kemungkinan dapat terjadi.

“Kita berusaha maksimal dari nomor-nomor yang tadi lolos. Namanya di final, kemungkinan-kemungkinan masih bisa terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (22/8).

Ia menambahkan, beberapa kendala teknis juga telah diredam. Sebut saja arah angin yang mengarah ke belakang, membuat anak asuhnya cukup kewalahan dalam bertarung.

“Sekarang kita sudah cukup antisipasi. Karena kita lebih awal datang, jadi lebih bisa adaptasi,” jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved