Berita Palembang

Patokan dengan Mekkah, Ratusan Muslim di Palembang Salat Ied Lebih Awal dari Penetapan Pemerintah

Sekitar 500 an umat muslim dari berbagai penjuru di Kota Palembang melaksanakan Salat Ied Hari Raya Idul Adha 1439 H

Patokan dengan Mekkah, Ratusan Muslim di Palembang Salat Ied Lebih Awal dari Penetapan Pemerintah
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ratusan umat muslim nampak solat ied lebih awal dari ketetapan pemerintah di Masjid At Tadzkir Jakabaring Palembang, Selasa (21/8/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Sekitar 500 an umat muslim dari berbagai penjuru di Kota Palembang melaksanakan Salat Ied Hari Raya Idul Adha 1439 H lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah pada, Selasa (21/8/2018).

Bertempat di Masjid At Tadzkir Jalan Gubernur HA Bastari Palembang, suasana solat ied yang diikuti oleh ratusan jemaah laki-laki dan perempuan itu tampak berjalan berlangsung khusyuk.

Koordinator lapangan Salat Ied yayasan At Tadzkir, Ustad Subki mengatakan mereka tak melaksanakan Salat Ied sesuai ketetapan pemerintah pada, Rabu (22/8/2018) lantaran para jemaah sejak dahulu berpatokan dengan Mekkah yang saat ini sedang melaksanakan Hari Raya Idul Adha satu rangkaian dengan ibadah haji.

Ratusan umat muslim nampak solat ied lebih awal dari ketetapan pemerintah di Masjid At Tadzkir Jakabaring Palembang, Selasa (21/8/2018).
Ratusan umat muslim nampak solat ied lebih awal dari ketetapan pemerintah di Masjid At Tadzkir Jakabaring Palembang, Selasa (21/8/2018). (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Baca: 6 Artis Indonesia yang Berkesempatan Tunaikan Ibadah Haji Tahun 2018

Baca: SEDANG BERLANGSUNG: Live Streaming Cabang Olahraga Taekwondo Asian Games 2018

"Patokan kita dengan ibadah Haji di Mekkah. Simpelnya saja, waktu kita dengan Mekkah duluan kita. Kenapa Idul Adha kita harus mundur," ujarnya saat ditemui usai Solat Ied di di Masjid At Tadzkir Jalan Gubernur HA Bastari Palembang.

Ia menerangkan, mereka sejak dahulu selalu lebih awal Solat Ied Idul Adha dari ketetapan pemerintah. Hal tersebut lantaran pihaknya berpedoman teguh dengan waktu haji di Mekkah.

Menurutnya, ketetapan hilal pada 10 Dzulhijjah lebih mudah ketimbang dengan 1 Syawal yang memang terkadang di Indonesia tak sedikit berbeda dengan pemerintah.

"Kalau di Mekkah sekarang sudah takbiran kenapa kita belum? Sudah sejak lama kita kalau ketetapan Idul Adha dari pemerintah," jelas Ustad Subki.

Kendati demikian, Ustad Subki mengajak jangan memandang perbedaan pendapat tersebut menjadi emosi. Selama umat muslim masih meyakini Al-Quran dan melaksanakan ibadah seusai syariat islam maka tak ada yang perlu saling menyalahkan.

"Apapun itu kalau masih menjalankan ibadah sesuai syariat Islam kita tetap saudara seiman. Jemaah yang salat ini saja umum, tak ada membawa nama golongan atau organisasi," jelasnya.

Usai menjalankan Solat Ied Idul Adha 1439 H, seperti pada umumnya rangkaian lebaran haji dilanjutkan pemotongan hewan kurban dan silaturahmi ke sanak saudara serta tetangga.

Sebanyak 2 ekor kambing dan ekor sapi dikurbankan oleh para jemaah di Masjid At Tadzkir. (*)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved