Rencana Kenaikan Gaji ASN Sebesar 5 Persen Dinilai Politis, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

Rencana kenaikan gaji ASN tersebut dicanangkan pemerintah lantaran untuk melanjutkan tren positif

Rencana Kenaikan Gaji ASN Sebesar 5 Persen Dinilai Politis, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani
fajaronline.co.id
Ilustrasi - Gaji PNS. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan gaji pokok dan pensiun pokok bagi para aparatur negara pada 2019 mendatang.

Rencana itu bakal dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

"Pada 2019, pemerintah akan menaikkan gaji pokok dan pensiun pokok bagi aparatur negara serta pensiunan sebesar rata-rata 5 persen," ucap Presiden Jokowi dalam Rapat Paripurna RAPBN 2019 di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Baca: LINK LIVE STREAMING 3 Pertandingan Sepakbola Asian Games 2018, 17 Agustus 2018 Pukul 16.00 WIB

Baca: Siaran Langsung dan Live Streaming Timnas Indonesia vs Laos, Asian Games 2018 di SCTV

Rencana tersebut dicanangkan pemerintah lantaran untuk melanjutkan tren positif yang terjadi pada birokrasi selama 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, kenaikan gaji pokok bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan sebesar 5 persen pada tahun depan adalah hal yang wajar.

Sebab, selama hampir 4 tahun pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla berjalan, para ASN tak pernah merasakan kenaikan gaji.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani menanggapi adanya anggapan bahwa kenaikan gaji ini bersifat politis karena bertepatan dengan Pilpres 2019, di mana Presiden Joko Widodo akan kembali maju sebagai petahana.

Baca: LIVE STREAMING Timnas Indonesia vs Laos, Asian Games 2018 Malam Ini di SCTV Pukul 19.00

"Ya karena sudah empat tahun enggak ada kenaikan gaji dan ini adalah gaji pokok, menurut saya sih wajar saja," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/8/2018).

Untuk tunjangan, menurut Sri Mulyani, hal itu akan disesuaikan dengan kinerja masing-masing ASN.

Saat ditanya apakah kenaikan gaji ini tidak akan membebani anggaran negara, Sri Mulyani tak menjawab dengan tegas.

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved