Begini Cara Menyimpan Bumbu Dapur agar Lebih Tahan Lama dan Tidak Cepat Membusuk
Namun sifatnya yang alami tersebut membuat bumbu-bumbu dapur cepat membusuk apabila tidak disimpan dengan benar.
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: ewis herwis
SRIPOKU.COM -- Bumbu dapur menjadi hal yang sangat penting dalam setiap masakan.
Bumbu-bumbu seperti palawija, bawang-bawangan, cengkeh, cabai, dan bumbu dapur merupakan bahan alami yang memberi aroma dan cita rasa lezat pada masakan.
Namun sifatnya yang alami tersebut membuat bumbu-bumbu dapur cepat membusuk apabila tidak disimpan dengan benar.
1. Menyimpan Aneka Bawang dan Cabai di suhu ruang

Saat ini masyarakat Indonesia sebagian besar sudah memiliki kulkas di rumahnya.
Salah satu alasannya adalah dapat menyimpan banyak bahan makanan agar lebih tahan lama.
Namun, itu tidak berlaku untuk menyimpan aneka bawang dan cabai.
Baca: Tak Perlu Ke Dokter, Ini Waktu Terbaik Untuk Deteksi Kanker Payudara, Bisa Lakukan Sendiri

Pasalnya aneka bawang yang masih tertutup kulit dan cabai yang disimpan di kulkas begitu saja, akan lebih cepat membusuk.
Perlakuan yang tepat untuk menyimpan aneka bawang dan cabai adalah dengan cara menyiangi di suhu ruangan. Namun, sebisa mungkin jangan melakukannya dekat dengan sumber panas seperti kompor, microwave, atau langsung terpapar sinar matahari.
Namun, cabai dan bawang yang telah dikupas dapat diletakkan di wadah tertutup yang telah dilapisi kertas untuk kemudian disimpan di kulkas.
Selain itu, bawang dan cabai juga lebih sering dihaluskan terlebih dulu baru disimpan di kulkas agar lebih mudah saat digunakan.
Baca: 3 Bahan Ini Buat Kekebalan Tubuh Semakin Kuat dan Jauh dari Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus
2. Palawija disimpan di plastik atau kertas

Palawija seperti jahe, kunir, dan kencur biasanya bisa disimpan hanya dengan diangin-anginkan di suhu ruangan.
Namun, sebisa mungkin jangan meleakkannya dekat dengan sumber panas seperti kompor, microwave, atau langsung terpapar sinar matahari.
Agar palawija menjadi lebih awet dan tidak mengering kamu bisa membungkusnya dengan kertas, kemudian masukkan ke dalam plastik, diikat, dan kemudian masukkan ke dalam kulkas.
Dengan cara tersebut maka palawija akan tetap segar dan bertahan lama.
3. Bumbu Bubuk disimpan di wadah tertutup.

Bumbu bubuk seperti garam, gula, cabai bubuk, dsb sangat rentan terhadap suhu yang terlalu dingin karena dapat menggumpal.
Oleh karena itu, kamu harus menyimpan bumbu-bumbu bubuk di tempat yang tertutup.
Kamu juga bisa menyimpan wadah bumbu bubuk yang tertutup rapat ke dalam kulkas agar lebih tahan lama.
4. Haluskan bumbu-bumbu dapur menjadi bumbu masakan

Selain menyimpan sendiri-sendiri bumbu dapur yang ada, kamu juga bisa meraciknya terlebih dulu menjadi bumbu masakan tertentu yang siap digunakan.
Bumbu-bumbu seperti bumbu soto, rendang, gulai, dapat kamu buat dalam julah yang banyak kemudian menyimpannya di kulkas.
Dengan begitu, saat kamu memasak tidak perlu lagi repot dan bisa langsung menggunakannya. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul :
Perhatikan 4 Cara Penyimpanan Bumbu Dapur Agar Lebih Tahan Lama!