Pemilik Bandrek 555 Sempat Dipanggil 'Anak Ayam'. Ini Alasannya

Pemilik Bandrek 555 sempat dipanggil 'anak ayam' semasa sekolah. Berbagai kisah hidup ia jalani hingga akhirnya bandreknya kini ramai pengunjung.

Penulis: Wahyu Kurniawan | Editor: Refly Permana
sripoku.com/wahyu kurniawan
Yan (kiri, baju hitam) ketika melayani pembeli yang datang di kedainya, Bandrek 555. 

Laporan wartawan sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Bandrek 555 sudah menjadi salah satu tempat kongkow favorit masyarakat Palembang.

Setiap malam, tempat yang berbentuk kedai sederhana ini selalu ramai hingga tengah malam. Layaknya pengusaha sukses lain, pemilik kedai pun butuh proses panjang untuk bisa seperti sekarang.

Yan Santana, pemiliknya, merintis usaha bandrek bahkan sejak dirinya masih berstatuskan pelajar. Malah, karena belajar sembari membantu usaha sang ayah saat itu, pria 30 tahun ini kerap disapa 'anak ayam'.

"Soalnya, setiap ke sekolah, saya terlihat lesu dan mengantuk. Pasalnya, pulang selalu larut karena bantu usaha bandrek ayah," kata ayah dua anak ini, Sabtu (11/8/2018).

Ditempa berbagai pekerjaan keras seperi penampal ban, warung kaki lima, hingga nasi gudeg membuat Yan tidak mudah menyerah meski di awal usaha bandreknya sepi. Dengan adanya bantuan promosi dari teman, secara perlaha, usaha Bandrek 555 yang dirintis sejak 2015 lalu kini sudah ramai setiap malamnya.

Kini, selain bandrek yang sudah menjadi menu andalannya, Yan juga sudah menjual menu baru yang kekinian. Thai Tea yang ia buat mulai direspon positif oleh masyarakat Palembang.

Dan, tentu saja, tempat usahanya pun makin ramai.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved