Update SFC

7 Momen Unik Terjadi Usai Madura Bekuk Sriwijaya 2-1, Zah Rahan, Alan dan Dikri

Momentum ini melibat Zah Rahan Krangar sang mantan pemain Sriwijaya FC, kemudian Alan Hendrique, dan Dikri Yusron

7 Momen Unik Terjadi Usai Madura Bekuk Sriwijaya 2-1, Zah Rahan, Alan dan Dikri
Istimewa
Sriwijaya FC 1-2 Madura United 

SRIPOKU.COM, PADANG-Setidaknya ada 7 momentum unik saat Sriwijaya FC kalah dengan skor 1-2 dari Madura United pekan ke-20 Liga I Indonesia, di Stadion H Agus Salim, Sabtu (11/8/2018) petang.

Momentum ini melibat Zah Rahan Krangar sang mantan pemain Sriwijaya FC, kemudian Alan Hendrique, dan Dikri Yusron, serta pemain baru Madura Mahamdou Samssa.

Berikut ini 7 Moment Unik Tersebut:
1. Pertama, Alan Hendrique mencetak gol perdananya di Liga I Indonesia dari titik penalti babak tambahan waktu. Total Alan menyumbang 1 gol dan 1 assist.

2. Kiper muda Sriwijaya FC Dikri Yusron menjalani debutnya di Liga I Indonesia, menggantikan Teja Pakualam yang mengalami cedera.

3. Sentuhan Pertama Samssa, pemain baru Madura United langsung berbuah assist dan gol.

4. Madura United naik ke posisi runner up dengan poin 33, menempel ketat Persib Bandung yang mengantongi poin 35 menggusur Bali United.

5. Zah Rahan dua kali menjebol gawang Sriwijaya FC di musim ini, sang mantan pemain yang pernah memberikan 4 gelar buat Sriwijaya FC menolak untuk berselebrasi bagi mantan timnya.

6. Dua musim berturut-turut di ajang Liga I Indonesia, Sriwijaya FC tidak pernah menang, 4 kali pertemuan Sriwijaya FC kalah 3 kali dan imbang 1 kali.

7. Madura United, memperpanjang rekor tidak pernah kalah dengan total 7 kali tak pernah kalah di Liga I Indonesia.

Kalah 1-2
Hasil pertandingan antara Sriwijaya FC versus Madura United di Stadion H Agus Salim Sabtu (11/8/2018) berakhir dengan kedudukan 1-2. Madura menang tipis di Padang, yang sebenarnya kandang bagi Sriwijaya FC yang tengah menjalani laga usiran.

Meladeni Madura United di Stadion H Agus Salim Padang, Sabtu (11/8/2018) petang, Sriwijaya FC bermain lebih bertahan. Tercatat, Save Teja Pakualam juga membuat pertandingan di babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Dalam pertandingan ini, Sriwijaya FC membuat beberapa perubahan terutama mencoba beberapa pemain untuk menempati posisi baru. Kehadiran Al Hajdi, membuat Alan Hendrique tergusur dari posisi aslinya.

Alan berduet bersama Yu Hyun Koo di lini tengah ber Yu Hyun Koo sebagai gelandang serang, dalam formasi 4-2-3-1, Alan dan Yu berada di belakang tiga gelandang Syahrian Abimanyu, Estevan Vizcarra dan M Nur Iskandar.

Sementara di depan, Manuchekhr Dzhalilov dipasang sebagai striker murni. Adapun Madura United bermain dengan formasi idealnya, dengan kiper diisi Satria Tama, dengan empat bek Beny Wahyudi, Fabiano da Rosa, Aryadi dan Rama.

Sementara itu, di tengah memasang tiga gelandang cepatnya, Bayu Gatra, Asep Berlian dan Slamet Nurcahyo.

Adapun di lini depan Gomez mengandalkan trio Zah Rahan Krangar, Greg Nwokolo dan Milad Zeneyyedpour.

Namun SFC harus mengakui keunggulan Madra dan kalah 1-2, gol Madura dicetak mantan pemain SFC Zah Rahan Krangar dan Mamadou Samssa, sementara gol balasan Sriwijaya FC dicetak lewat titik penatli dari Alan Hendrique Soarez.

Dengan hasil ini Sriwijaya FC tidak pernah menang dari Madura United selama dua musim terakhir. Madura sejauh ini naik ke peringkat kedua atau runner up menggeser posisi Bali United, dengan nilai 32 dari 20 pertandingan di Liga I Indonesia.

Sementara SFC masih tertahan di peringkat ke-11 untuk sementara, namun posisi SFC bisa saja tergusur dari Mitra Kukar ataupun Persebaya Surabaya.

BABAK PERTAMA
Dengan formasi itu, Madura membut Sriwijaya FC tampak kesulitan mengembangkan permainan Alan terlihat masih canggung, sehingga otomatis Sriwijaya FC masih tertekan.

Sementara itu, Madura bermain cepat dan menciptakan banyak peluang di 25 menit babak pertama.

Sriwijaya mendapat tendangan bebas di area pertahanan Madura. Bola cantik diangkat ke tiang jauh oleh Abimanyu namun bola gagal disambar Alan.

Sementara itu, Aksi individu menawan diperlihatkan sang penyerang dengan mengecoh pengawalnya sebelum melakukan tembakan ke arah gawang tetapi menyamping.

Namun sejak menit ke-11, praktis Madura lebih banyak melakukan tekanan. Keberadaan Zah Rahan, membuat Sriwijaya harus hati-hati.

Sebab, jika membiarkan mantan pemain SFC di era 2007 itu, berarti bencana, beruntung tembakannya kali ini melenceng.

Sejurus kemudian giliran Bayu Gatra yang nyaris membobol gawang namun sontekannya dari dalam kotak penalti terlalu lemah.

Pada menit ke-24, Bayu Gatra dijatuhkan Mohamadou di dekat kotak penalti. Kans bagus untuk Madura, namun gagal dimanfaatkan. Begitupun peluang Gred, umpan lambung dari Bayu disambar dengan tembakan keras Greg dari tepi kotak penalti, tetapi menyamping.

Ketika laga memasuki menit ke-31, Alan mendapatkan kartu kuning karena melanggar Bayu.

Praktis kini Alan sudah mengantongi dua kartu kuning. Artinya Alan harus hati-hati, jika menerima satu lagi kertu kuning maka dia akan absen.

Pada menit ke-35, Peluang kembali didapatkan Greg yang lolos dari pengawal, namun tendangannya masih digagakan oleh Teja Pakualam dengan kaki kanannya.

Total Teja sudah melakukan tiga kali penyelamatan dalam pertandingan ini, menggagalkan umpan krossing dari Bayu Gatra. Begitupun tendangan keras dari Greg juga digagalkan Teja Pakualam.

Sementara itu, memasuki menit akhir, tandukan Al Hadji menyambut umpan Yu Hyun Koo dari sepak pojok masih membentur mistar gawang Madura United yang dijaga Satriatama, hingga akhir pertandingan babak pertama, kedua tim masih bermain 0-0.

BABAK KEDUA
Memasuki babak kedua Sriwijaya FC vs Madura United di Stadion H Agus Salim Padang, Sabtu (11/8/2018) petang, Pelatih Madura United, Gomez de Oliviera menarik keluar Milad Zeneyyedpour dan memasukkan Mamadou Samassa, untuk menghadapi tiga center bek Sriwijaya FC yang tampil tangguh di lini pertahanan.

Masuknya Samssa memang memberikan pengaruh bagi Madura yang langsung menghentak.

Fabiano sempat memotong crossing Abimanyu namun tidak lama kemudian bintang muda Sriwijaya tersebut dilanggar Samassa yang baru masuk.

Meski di awal babak kedua Sriwijaya lebih banyak menekan Madura. Bahkan, baru saja serangan dari Jalilov menghasilkan tendangan sudut. Namun tidak ada peluang yang didapatkan.

Asyik menyerang, Madura yang mengandakan serangan cepat, melakukan transisi cepat lewat serangan balik.

Samassa yang menyisir sisi kiri mendapatkan umpan langsung, dengan kecepatanya dia menggiring bola dan mengirim umpan silam kepada Bayu Gatra.

Namun, tembakan Bayu masih ditahan oleh Teja Pakualam. Hanya saja, setelah tampil cemerlang, gawang Teja akhirnya kebobolan.

Pergerakan Samassa dari sisi kanan pertahanan SFC memanfaatkan Ahmad Faris yang naik membantu serangan, dengan cermat dia mengirim umpan silang dan disambar dengan tendangan firt time oleh Zah Rahan untuk membobol gawang Teja di menit ke-56.

Madura unggul 1-0.

Tampak Zah Rahan tidak mau melakukan selebrasi usai mencetak gol. Dia tampak masih sangat menghormati mantan klubnya Sriwijaya FC.

Usai gol ini, Subangkit menarik keluar Al Hadji dan memasukkan Rizky Dwi Ramadhana dan formasi Sriwijaya FC tiga berganti, sempat memainkan formasi 4-2-3-1, Sriwjaya FC sempat bermain dengan formasi 3-4-3.

Namun kemudian kecolongan lewat formasi 4-4-2 dari Gomez di babak kedua, sehingga untuk mengimbanginya Subangkit kemudian memainkan formasi yang sama dengan masuknya Rizky Dwi Ramadhan.

Memasuki menit ke-70, Sriwijaya FC kembali kecolongan, Samssa lepas dari kawalan, namun Teja berani keluar dan tendangan striker Madura itu kemudian melambung.

Teja harus membayar mahal, dia mengalami cedera dibagian lutut, sempat bermain beberapa menit setelahnya, pemain asal Padang ini menyerah. Teja kemudian ditarik keluar dan digantikan oleh Dikri Yusron di menit ke-75.

Masuknya Riszky lini serang Sriwijaya FC lebih baik lagi, bahkan Riszky mendapatkan peluang namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.

Asyik menyerang, Sriwijaya FC kembali kecolongan, Ahmad Fariz yang terlambat turun meninggalkan celah.

Lagi-lagi Zah Rahan, memanfaatkan kelengahan lini belakang Sriwijaya FC yang naik membantu serangan.

Madura dengan serangan baliknya mampu menjebol gawang Dikri.

Zah Rahan dengan kecepatannya membawa bola bekerjasama dengan Samassa, dia kemudian kembali memberikan umpan kepada Samasa untuk mengeksekusi bola menjebol gawang Dikri di menit ke-84 Usai kebobolan untuk kedua kalinya, Pelatih Subangkit menarik keluar dan memasukan M Rafif di menit ke-89.

Memaski menit akhir Sriwijaya FC melakukan serangan demi serangan, anak asuh Subangkit belum menyerah untuk memburu gol.

Memasuki menit ke- Riszky Dwi Ramadhana diganjal Asep Berlain di kotak penalti, setelah sempat terjadi kemelut di areal pertahanan Madura United.

Wasit langsung menunjuk titik penalti, Alan Hendrique Soares yang ditunjuk menjadi aljogo penalti, sukses menjebol gawang Satria Tama, kedudukan sementara 0-1.

Namun itu, wasit langsung meniup peluat. Hingga akhir pertandingan kedudukan 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan Madura United.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved