Berita Haji
Bus Shalawat Jemaah Haji Tabrak Mobil Taksi di Mekkah
Armada angkutan Jemaah haji (bus shalawat) No 11 alami kecelakaan dan menabrak taksi di ruas jalan menuju Masjidil Haram, Jumat (10/8).
Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
Laporan Wartawan Sripoku.com, Muhammad Husin
SRIPOKU.COM, MEKKAH -Armada angkutan Jemaah haji (bus shalawat) No 11 alami kecelakaan dan menabrak taksi di ruas jalan menuju Masjidil Haram, Jumat (10/8).
Bus yang berisi jemaah asal Riau dengan Maktab No 909 itu, hanya mengalami syok. Sedangkan jemaah haji di
dalam taksi tersebut, dilarikan ke Rumah Sakit (RS) An©Nur Mekkah karena alami luka cukup parah.
Kontributor sripo di Mekkah, Adrian Yunus melaporkan, kecelakaan itu terjadi saat jemaah haji hendak melaksanakan shalat Jumat di Masjidil Haram.
Maksud yang sama juga dilakukan jemaah haji yang ada di taksi tersebut.
Bus Shalawat dengan tergolong padat penumpang (berisi 80©100 jemaah) itu, melaju ke masjidil haram dan tiba©tiba bertabrakan dengan taksi yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Akibat kejadian itu, taksi berplat 7955/JAJ warna silver tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah, utamanya bagian depan yang ringsek.
Sopir dan penumpang yang duduk di kursi depan, terjepit sehingga dilarikan ke rumah sakit terdekat.
"Belum diketahui kondisi terakhir penumpang taksi, tapi ada jemaah haji asal Riau yang luka kena kaca mobil, tetapi tidak begitu parah," katanya.
Dilaporkan juga, beberapa jemaah haji Kloter 14 Palembang banyak yang mengalami gangguan kesehatan. Mulai sakit perut, mual, muntah dan Lansia. Seperti dialami Kartini (56) berasal dari Muba.
Ia harus dirawat di RS Al©Nur karena ada tumor di kepala dan remuk tulang kaki akibat kecelakaan lalu lintas beberapa tahun lalu, dan memang tiap tahun sering kambuh.
Dan kebetulan bertepatan dengan haji tahun ini, gangguan kesehatannya kambuh kembali.
"Ibu Kartini ada penyakit bawaan, ia butuh istirahat dan dirawat di rumah sakit," kata dr Saibi (TKHI) kloter 14 Palembang, seraya menambahkan, TKHI jelang pelaksanaan wukuf melakukan visitasi ke kamar-kamar jemaah untuk mengetahui kondisi kesehatan jemaah.
Cari Sarapan
Sementara, semakin membludaknya jemaah haji asal Indonesia masuk ke kota Mekkah, dimanfaatkan para pedagang musiman asal Indonesia untuk mencari rezeki.
Seperti di sepanjang jalan kawasan Misfalah tepatnya depan Hotel Safwat Albaty, tempat menginapnya jemaah
haji asal kloter 10 Palembang.
Terlihat banyak jemaah haji berebut membeli makanan khas Indonesia untuk sarapan pagi, seperti tahu, tempe, telur goreng, urap dan nasi uduk, yang rata©rataa dibandrol seharga 2 real. Namun begitu, Tim Kesehatan haji diingatkan untuk berhati-hati membeli makanan diluar yang sudah disiapkan pemerintah, hal itu
terkait kebersihan dan kesehatan.
"Jelang pelaksanaan wukuf, jemaah hati©hati mengkonsumsi makanan dari luar hotel," kata Saibi.
Usai jemaah haji Indonesia Gelombang I yang berada di Madinah sudah 100 persen berada di Mekkah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Madinah mengevaluasi 15 perusahaan kateringuntuk jemaah haji Indonesia gelombang pertama.
Ada sejumlah hasil evaluasi yang menjadi catatan bagi perusahaan katering.
"Selama pelaksanaan pelayanan itu, kita melaksanakan pengawasan dan penilaian setiap perusahaan," ujar Kasi Katering Daker Madinah, Dewi Gustika Rini.
Beberapa evaluasi yang jadi sorotan Dewi, yaitu proses pengolahan makanan, distribusi, bobot makanan. Dia juga menyoroti soal cita rasa masakan yang ditawarkan kepada jemaah merupakan fokus lain.
"Untuk cita rasa nusantara sedikit banyak dapat dijamin karena bumbu-bumbu yang diimpor langsung dari Indonesia," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/berita-haji_20180810_204649.jpg)