Berita Palembang

Disdik Sumsel Rancang Kurikulum Kelapa Sawit untuk SMK Pertanian

Kekayaan hasil perkebunana terutama kelapa sawit di Sumsel membuat Dinas Pendidikan Sumsel berencana akan menjajaki kurikulum

Disdik Sumsel Rancang Kurikulum Kelapa Sawit untuk SMK Pertanian
SRIPOKU.COM/YULIANI
Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel, Dra Erlina MSi saat menghadiri Pelatihan Teknik dan Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit bagi Guru SMK Pertanian se Sumsel di Hotel Imara Palembang, Rabu (8/8/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Kekayaan hasil perkebunana terutama kelapa sawit di Sumsel membuat Dinas Pendidikan Sumsel berencana akan menjajaki kurikulum kelapa sawit bagi SMK Pertanian.

Hal ini dilakukan karena potensi perkebunan kepala sawit di wilayah Sumsel dinilai sangat besar dan butuh SDM lokal yang mampu mengelolanya.

Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel, Dra Erlina MSi mengaku selama ini pihaknya hanya fokus pada pengembangan program guru dan siswa SMK.

Untuk itulah, pihaknya akan mencoba menjajaki kurikulum kelapa sawit yang akan bekerjasama dengan Institut Pertanian Stiper Yogjakarta.

“Potensi di bidang perkebunan sangat besar terutama di daerah Lubuklinggau, Musirawas, Muaraenim, Lahat. Bahkan, luas lahan SMKN 1 Gelumbang saja mencapai 33 hektar, namun khusus perkebunan kelapa sawit hanya 2,5 hektar. Maka dari itu, kita coba menjajaki Kurikulum Kelapa Sawit agar siswa bisa diajarkan pola penanaman kelapa sawit secara modern agar menghasilkan produksi yang lebih besar,” ujarnya dalam acara Pelatihan Teknik dan Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit bagi Guru SMK Pertanian se Sumsel di Hotel Imara Palembang, Rabu (8/8/2018).

Menurutnya, selama ini pihaknya masih kekurangan tenaga pengajar produktif terutama di bidang pertanian dan perkebunan.

Oleh sebab itulah, Disdik Sumsel juga menggelontorkan Program Guru SMK yang dikirim ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Baca:

Detik-detik Asian Games 2018, Pemerintah Siapkan Alat Canggih Deteksi Asap Langsung dari Unesco

Sempat Bergulat Dengan Polisi, Akhirnya Bandar Narkoba Menyerah Ditembak 2 Kaki

“Beberapa bidang konsentrasi sudah kita berikan kepada calon guru SMK seperti tata boga, tata busana dan teknik. Khusus seni kita kirim ke UTP dan untuk penguatan bidang pariwisata sudah kirim ke STP Sahid. Setelah enam bulan belajar di perguruan tinggi yang dituju, para penerima beasiswa itu kita kirim ke Jepang dan Australia. 1 minggu magang di sana dengan durasi 9 jam, mereka mendapat gaji hingga Rp10juta,” ungkapnya.

Hal serupa juga ditambahkam Dosen Agroteknologi Institut Pertanian Stiper Ir. Sri Manu Rohmiyati, M.Sc. Ia mengatakan, potensi kelapa sawit di Indonesia sangat besar, tercatat ada 14 juta hektar.

Sementara prospek perkebunan kepala sawit di Sumsel juga sangat potensial dengan luas lahan mencapai 952.082 hektar dengan hasil 2,8 juta ton CPO.

“Dengan luas lahan yang potensial itu, teknologi kita masih konvensional sehingga terdapat banyak ancaman yang dihadapi petani,” ujarnya.

Untuk itulah, lewat pelatihan guru SMK terhadap kelapa sawit ini bisa memberikan pemahaman secara komprehensif terkait pengetahuan dan keterampilan mengenai manajemen dan teknik perkebunan kelapa sawit.

Selain itu juga bisa memberikan berbagai entitas bisnis perkelapa-sawitan mulai dari hulu ke hilir, mulai dari bagian teknis agronomi hingga proses pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit.

“Efisiensi harga dan keberlanjutan menjadi suatu keharusan, untuk itu butuh SDM yang terampil dan kompeten, teknologi yang tepat dan ramah serta kelembagaan yang sehat dan mandiri,” terangnya. (*)

Penulis: Yuliani
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved