Berita Palembang

Jelang Asian Games TPA Sukawinatan Sudah Tutup 4 Hari. DPRD Palembang : Tidak Masuk Akal

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang menyayangkan kebijakan Pemerintah Kota Palembang

Jelang Asian Games TPA Sukawinatan Sudah Tutup 4 Hari. DPRD Palembang : Tidak Masuk Akal
Dok.SRIPOKU.COM
Truk pengangkut sampah yang masuk di areal TPA Sukawinatan untuk membuang sampah. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang menyayangkan kebijakan Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang sudah menutup TPA Sukawinatan selama 4 hari ini dengan alasan Asian Games.

Baca: Penta Helix Kunci Sukses Pariwisata Kota Palembang. Dinas Pariwisata Siapkan Diri Pasca Asian Games

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang, Ali Sya'ban, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, TPA Sukawinatan sudah empat hari dilakukan penutupan. Apalagi alasan penutupan TPA Sukawinatan karena perhelatan Asian Games, inilah yang dinilai sangat tidak masuk diakal.

"Kepala DLHK Palembang sangat menganggap enteng persoalan sampah. Padahal kita ini akan menjadi tuan rumah event internasional Asian Games 2018. Artinya, akan banyak tamu asing yang datang. Sedangkan masalah sampah ini tidak bisa diselesaikan oleh DLHK sebagai OPD yang bertanggung jawab," jelasnya, Selasa (7/8/2018).

Baca: Kista dan Miom Sering Dianggap Sama Padahal Beda 180 Derajat, Inilah Perbedaannya

Ali Sya'ban mengatakan, akan melakukan sidak ke lepangan terkait persoalan TPA Sukawinatan yang ditutup selama empat hari ini.

"Kita akan cek, apakah benar TPA Sukawinatan sudah melebihi kapasitas," katanya.

Saat ini, kata Ali, Palembang memiliki dua TPA, pertama Sukawinatan dan TPA Karya Jaya. Selama ini memang sampah diangkut dan dibuang ke TPA Sukawinatan.

Baca: Arema Pulang si Joker tambah Variasi Serangan Lini Depan

Sementara, untuk TPA Karya Jaya jarang digunakan. Karena, jika sampah Diangkut ke TPA Karya Jaya maka jaraknya terlalu jauh. Apalagi volume sampah yang diangkut mencapai 800 hingga 900 ton tiap harinya.

"Benar apa yang dikatakan Pj Walikota, ini harus dicek. Kami akan cek peralatan mulai dari alat berat hingga armada, apakah masih memungkinkan atau tidak," terangnya.

Baca: Peringatan HUT RI ke-73, Begini Antusias Peserta Lomba Bakiak di Muaraenim

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved